Blokade Berlaku! Pelabuhan Iran Lumpuh Total, Hitung Mundur Menuju Keruntuhan Ekonomi

erabaru.net
14 jam lalu
Cover Berita

Berdasarkan data pelacakan kapal terbaru, blokade militer AS di Selat Hormuz telah efektif diberlakukan. Pelabuhan Iran kini praktis berhenti beroperasi. Para ahli memperkirakan hal ini akan memaksa Iran mengurangi produksi dalam waktu 20 hari. 

Seiring mengeringnya pemasukan dari impor, ekonomi Iran berisiko jatuh ke dalam krisis, yang pada akhirnya dapat memaksa pemerintah Iran kembali ke meja perundingan. Pada saat yang sama, langkah ini juga memutus total jalur impor minyak Iran ke Beijing. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (14 April) juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

EtIndonesia. Data pelacakan lalu lintas kapal pada Selasa menunjukkan bahwa blokade AS di sisi Iran dari Selat Hormuz telah berjalan efektif dengan jumlah kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran sangat minim.

Perusahaan data Vortexa memperkirakan bahwa dengan kondisi stok minyak Iran saat ini, jika ekspor terhambat, Iran akan dipaksa mengurangi produksi dalam 10 hingga 20 hari. Sementara itu, analis dari Brookings Institution, Brooks, menyatakan bahwa jika minyak tidak dapat diekspor dan pemasukan dari impor mengering, aktivitas ekonomi Iran akan segera runtuh, mata uang akan terdepresiasi, dan inflasi tinggi tak terkendali dapat terjadi. Dalam kondisi tersebut, rezim Iran kemungkinan terpaksa kembali ke meja perundingan dengan serius.

Blokade pelabuhan Iran oleh AS juga secara efektif memutus jalur impor minyak Iran ke Tiongkok.

Sejak 28 Februari, ketika konflik AS-Israel melawan Iran dimulai, Tiongkok masih dapat memperoleh minyak Iran, meskipun harga melonjak tajam. Namun demikian, data yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok pada Selasa menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor pada Maret lebih rendah dari perkiraan. Dibandingkan kenaikan 21,8% pada dua bulan sebelumnya, pertumbuhan pada Maret hanya mencapai 2,5%, yang dianggap terdampak oleh konflik.

Kini, dengan pasokan minyak Iran terputus sepenuhnya, IMF pada Selasa menurunkan proyeksi pertumbuhan GDP Tiongkok tahun ini sebesar 0,1 poin persentase. IMF juga memperingatkan adanya perlambatan ekonomi Tiongkok, lemahnya sektor properti, serta potensi peningkatan inflasi.

Dilaporkan oleh reporter NTD, Ren Hao dari Washington DC


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shin Tae-yong Beberkan VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Bocah SD
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 17 April 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SEVP Agrinas Perkuat Sinergi dengan KSO Koptan Kampar Jaya Bersama
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Beckham Putra Bahagia Resmi Jadi Sarjana, Bojan Hodak Ikut Bangga
• 9 jam lalubola.com
thumb
Blokade di Selat Hormuz, Kapal Energi Cari Rute Alternatif Lewat Perairan Iran
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.