Ada dua kapal yang dikenai sanksi Amerika Serikat (AS) dan terkait dengan Iran yang berhasil melintasi Selat Hormuz dan masuk ke Teluk Persia pada Kamis (16/4).
Dikutip dari Bloomberg, pergerakan kapal-kapal ini menjadi sorotan pelaku pasar, mulai dari pemilik kapal hingga investor energi yang memantau ketat lalu lintas di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.
Beberapa kapal, termasuk G Summer dan Hong Lu, diketahui mengambil rute alternatif dari Uni Emirat Arab dengan melintasi perairan di antara Pulau Larak dan Qeshm di Iran.
Langkah ini terjadi di tengah blokade yang diberlakukan AS terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, yang mulai efektif dalam beberapa hari terakhir.
Sejak blokade diberlakukan, hanya segelintir kapal yang berani melintasi selat tersebut. Awak kapal kini harus menghadapi pengawasan dari dua kekuatan militer sekaligus untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman.
Berdasarkan data pelacakan kapal, kapal tanker gas cair G Summer tercatat memasuki Teluk Persia dengan melewati perairan dekat Pulau Larak pada Rabu sore. Kapal tersebut dalam kondisi kosong, kepemilikan dan awak kapal berasal dari China -- praktik yang kerap dilakukan untuk mengurangi risiko di tengah konflik.
Kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) Hong Lu, yang juga masuk daftar sanksi Washington, mengikuti jalur serupa tak lama kemudian. Kapal ini diketahui mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah, namun saat ini tidak membawa muatan dan dilaporkan berlayar di sepanjang pesisir Iran sambil menunggu instruksi lebih lanjut.
Kapal-kapal tersebut sebelumnya sempat berada di lepas pantai Fujairah, Uni Emirat Arab, sebelum bergerak menuju Teluk Oman dan mendekati wilayah Iran melalui jalur yang tidak biasa.
Rute serupa juga diambil kapal pengangkut barang curah Rosalina yang diduga menuju pelabuhan Iran dengan membawa muatan pangan. Di sisi lain, sebuah kapal tanker produk bernama Nobler terlihat melintasi selat ke arah Teluk Oman beberapa jam kemudian, menandakan arus keluar dari kawasan tersebut masih terjadi meski terbatas.
Pergerakan Nobler mengikuti dua kapal kontainer yang terkait dengan Iran, yaitu Golbon dan Kashan, sebelumnya juga terlihat meninggalkan Teluk Persia menuju perairan dekat Pakistan.
Meski blokade tidak sepenuhnya menghentikan lalu lintas, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan melambat signifikan. Hingga kini, belum terlihat kapal tanker Iran bermuatan penuh yang berhasil keluar melalui jalur tersebut.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aliran sekitar 1,7 juta barel minyak per hari selama konflik berlangsung. Namun di sisi lain, situasi tersebut juga dinilai sebagai upaya untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut antara AS dan Iran.
Di tengah keterbatasan data pelacakan, gangguan elektronik serta praktik mematikan transponder kapal membuat sebagian pergerakan di kawasan ini tidak sepenuhnya terdeteksi.





