JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah telah mengizinkan halte di Jakarta menggunakan nama partai politik (parpol) melalui skema naming rights.
Menurutnya, pernyataan yang menyebut parpol boleh naming rights atau hak penamaan atas halte yang ada di Jakarta hanya gurauan semata.
"Sebenarnya saya sambil bercanda, saya perbolehkan partai politik. Eh yang judul utamanya saja gitu. Oh nggak lah!" tegas Pramono di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 16 April 2026.
BACA JUGA:Pramono Rotasi 11 Pejabat Tinggi, Syafrin Liputo Jadi Walkot Jaksel, Budi Awaluddin Jabat Kadishub
Pramono menjelaskan, hak penamaan halte hanya dikhususkan bagi dunia usaha baik itu perusahaan swasta maupun daerah atau negara.
Dan saat ini kata Pramono, hampir seluruh halte khususnya Transjakarta sudah memiliki naming rights masing-masing.
"Semua halte di Jakarta udah nggak ada yang nggak ada namanya. Karena begitu dikasih nama, ada cuannya. Yang paling utama adalah dunia usaha," ujarnya.
BACA JUGA:Pramono Ancam Pecat PPSU Jika Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Coreng Wajah Jakarta!
Sebelumnya, saat menghadiri perayaan Paskah bersama warga jemaat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Jumat, 10 April 2026, Pramono membuka peluang berbagai pihak, termasuk partai politik untuk berpartisipasi dalam hak penamaan halte dan stasiun.
Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui komersialisasi hak penamaan di fasilitas publik.
BACA JUGA:Perburuan Dimulai! Pramono Perintahkan Seluruh Wali Kota Basmi Ikan Sapu-sapu
Pramono mengatakan jika sekarang ini halte di Jakarta sudah memiliki hak penamaan dari produk-produk tertentu.
Pada kesempatan itu juga, Pramono berkelakar jika parpol boleh ambil bagian atas naming rights halte di Jakarta.
Hal ini dia sampaikan di hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar Erwin Aksa serta Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua.
“Ada halte namanya Nescafe, Teh Sosro, macam-macam semuanya siapa saja yang paling penting bayar. Bahkan kalau Golkar mau buat halte pun boleh, Pak Erwin, yang paling penting bayaran aja," ucap Pramono.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F03%2F12%2Fdd6854c4d3fe222da70dda38c57a5b44-IMG_4214.jpeg)



