JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi buruh membubarkan diri di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2025) sore.
Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, sekitar pukul 14.30 WIB, para buruh mulai membubarkan diri menggunakan bus dan kendaraan roda dua.
Sejumlah bus terlihat mengantre untuk menaikkan penumpangnya dan membawa para pekerja serikat itu kembali ke wilayah asalnya, baik yang di Jakarta, Tangerang, hingga Kabupaten Bekasi.
Sebagian massa juga melakukan long march menuju ke titik kumpul awal yang terletak di depan Gedung TVRI di Jalan Gerbang Pemuda.
Baca juga: Long March dan Konvoi Motor, Massa Buruh Padati Depan Gedung DPR
Aksi ditutup dengan orasi terakhir dari Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno yang mengingatkan buruh untuk kembali lagi ke Gedung DPR tanggal 1 Mei 2026 mendatang.
Suparno menyatakan bahwa meski aksi pada hari ini hanya berlangsung hingga siang hari, tetapi akan terus bereskalasi hingga peringatan Hari Buruh Internasional.
"Hingga 1 Mei nanti, hingga Oktober nanti, selama tuntutan kita UU Ketenagakerjaan belum dipenuhi oleh pemerintah dan DPR, maka buruh FSPMI tidak akan segan untuk eskalasi aksi hingga malam hari," seru Suparno di atas mobil komando.
Setelah orasi, massa pun kemudian membaca doa bersama, lalu melantunkan lagu-lagu perjuangan untuk menutup aksi.
Setelahnya, ratusan buruh yang sebelumnya tiba dengan berkonvoi kembali menaiki sepeda motornya masing-masing, disusul tiga mobil komando dan tiga bus lainnya juga membubarkan diri.
Area di sekitar depan Gedung DPR RI juga langsung dibersihkan oleh petugas PPSU DKI Jakarta yang menyapu sampah sisa makanan dan minuman yang berserakan.
Adapun, arus lalu lintas sempat kembali tersendat ketika proses massa membubarkan diri.
Setelah area sekitar DPR RI sepi, arus lalu lintas Jalan Gatot Subroto kembali terpantau ramai lancar.
Baca juga: KSPI Targetkan 50.000 Buruh Tumpah Ruah di DPR Saat May Day
Motor, mobil, bus Transjakarta hingga truk sudah dapat kembali melintas tanpa hambatan dengan kecepatan normal.
Pada hari H May Day nanti, jumlah massa yang turun ke jalan dipastikan akan jauh lebih masif untuk mendesak pengesahan Undang-undang Ketenagakerjaan.
"Ini Pra-May Day saja, May Day besok kita akan tumpah ruah di sini, saya yakin betul FSPMI kurang lebih 25.000 akan tumpah ruah di depan DPR RI," ujar Suparno.