Melihat WFH Diterapkan di Negara Tetangga, Ternyata Tidak Efektif

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi pegawai kementerian, instansi pemerintah, lembaga perundang-undangan, dan badan usaha milik negara di Malaysia resmi dimulai pada hari ini.

Namun, pada hari pertama pelaksanaannya, arus lalu lintas dilaporkan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan hari kerja normal.

Sebagaimana dilaporkan oleh Bernama, kebijakan WFH ini sejatinya diterapkan sebagai upaya pemerintah untuk menekan tingkat konsumsi bahan bakar di tengah krisis energi global.

Juru bicara Otoritas Jalan Raya Malaysia (LLM) menyampaikan, arus kendaraan mulai padat dan melambat sejak pukul 07.00 pagi seiring dengan banyaknya warga yang tetap beraktivitas keluar rumah.

"Situasi lalu lintas masih terkendali dan tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dari hari kerja biasa," ujarnya, seperti dilansir dari Bernama.

Hingga pukul 09.20 waktu setempat, perlambatan arus laju kendaraan terpantau merata di sejumlah ruas tol utama di sekitar Lembah Klang (Klang Valley).

Di Jalan Tol Utara-Selatan (PLUS), kepadatan terjadi mulai dari RS Sungai Buloh menuju Bukit Lanjan, Putra Mahkota ke Kajang, hingga gerbang tol Sungai Besi yang mengarah ke pusat kota.

Kondisi jalanan yang padat merayap juga terjadi di hampir seluruh jaringan jalan tol komuter lainnya. Laporan titik kemacetan meliputi:

Arah Pusat Kota dan Perkantoran: Tol NKVE (Damansara), Tol KESAS, dan Tol Elite yang mengarah ke Putrajaya, Shah Alam, dan Bandar Saujana Putra.

Ruas Tol Lingkar dan Penghubung: Kepadatan terpantau di Tol Besraya, NPE (Pantai Dalam dan Sunway), serta LDP (Puchong dan Taman Megah).

Jalur Tol Layang dan Antar-Distrik: Kemacetan merata di ruas AKLEH, LKSA, Silk Highway, MEX, LEKAS, Sprint Highway, DASH, DUKE, hingga GCE.

Masih tingginya mobilitas warga di hari perdana ini memunculkan pertanyaan mengenai seberapa efektif kebijakan WFH dalam mengurangi penggunaan bahan bakar.

Hal ini sejalan dengan pandangan Federasi Majikan Malaysia (MEF) sebelumnya, yang juga meragukan bahwa kebijakan tersebut akan membawa dampak penurunan konsumsi bahan bakar yang signifikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seruan Saiful Mujani Berujung Laporan, Benarkah Mengarah ke Makar? | ROSI
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Migas Rentan, Pemerintah Didesak Ikut Forum Global Perdana Transisi Energi Fosil
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Sita Surat Pengunduran Diri Tanpa Tanggal, Diduga Jadi Alat Tekanan Bupati Tulungagung Nonaktif
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Bagaimana Aturan Baru Bea Cukai untuk Barang Bawaan Jemaah Haji?
• 23 jam laludetik.com
thumb
Tim SAR Temukan Ekor Heli PK-CFX yang Hilang Kontak di Sekadau
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.