jpnn.com - TANGERANG - Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten Ahmad Imron atau biasa disapa Gus Imron, mengangkat kembali pesan klasik pendiri Nahdlatul Ulama KH Bisri Syansuri, Menjelang Muktamar ke-35 NU.
Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis.
BACA JUGA: Diminta Jadi Ketum PBNU, Gus Salam pun Minta Izin kepada Menteri Agama
Dia menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU.
“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,” ujar Gus Imron, Kamis (16/4).
BACA JUGA: Gus Salam: Sumber Kekayaan Strategis Harus Dikuasai Negara
Adapun tiga pesan yang dimaksud, yakni:
- warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai ladang mencari keuntungan pribadi
- jangan meninggalkan atau membenci NU karena hal itu justru akan membawa dampak buruk
- warga didorong untuk membesarkan NU dan aktif dalam program-programnya agar mendapatkan keberkahan hidup.
Gus Imron. Foto: source for JPNN
BACA JUGA: 6 Prinsip Penataan Kepemimpinan NU Versi Gus Salam
Gus Imron menilai, jika tiga prinsip tersebut dipegang teguh, maka arah organisasi akan kembali pada khitah perjuangan yang lurus dan berkelanjutan.
Dia lalu menyebut bahwa salah satu sosok yang mampu menerjemahkan tiga pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu langsung Mbah Bisri, yakni KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.
“Sebagai cucu, Gus Salam punya kedekatan nilai dan tanggung jawab untuk menerjemahkan pesan Mbah Bisri,” ujarnya.
Gus Salam, kiai muda asal Pondok Pesantren Denanyar, Jombang itu saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU periode 2022–2027 dan dikenal aktif dalam berbagai struktur organisasi sejak awal 2000-an.
Gus Salam pun secara terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
"Saya diperintah para kiai untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-35 nanti,” ujar Gus Salam. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan




