Pantau - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan indeks kualitas layanan kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) DKI Jakarta pada semester II 2025 masuk kategori sangat memuaskan dengan capaian perekaman KTP elektronik mencapai 100 persen.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan capaian tersebut menunjukkan peran penting administrasi kependudukan sebagai fondasi layanan publik dan perencanaan pembangunan.
"Sebagai contoh, perekaman KTP elektronik sudah mencapai 100 persen," ujarnya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD DKI Jakarta 2027 di Jakarta, Kamis (16/4).
Dorong Layanan Jemput Bola dan InklusivitasTeguh meminta Dinas Dukcapil DKI Jakarta terus memperluas layanan, termasuk bagi warga non-DKI yang belum memiliki dokumen kependudukan.
"Coba terus lakukan jemput bola walaupun mungkin mereka bukan penduduk DKI Jakarta. Kalau mereka belum rekam, belum punya dokumen," katanya.
Ia menilai pendekatan jemput bola penting untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan administrasi kependudukan.
Aktivasi Identitas Digital Tertinggi NasionalKemendagri juga mencatat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Jakarta telah mencapai 34,84 persen, tertinggi secara nasional.
Selain itu, capaian akta kelahiran telah mencapai 99 persen meskipun masih terdapat keterlambatan pelaporan yang akan dibahas bersama Kementerian Kesehatan.
"Akte kematian, akte perkawinan, akte kelahiran ini juga bagus. Akte kelahiran sudah 99 persen walaupun masih mengalami delay laporan, ini yang kami akan bahas dengan Kementerian Kesehatan, bagaimana agar delay itu tidak terjadi, agar akte kelahiran dan akte kematian adalah real time," ungkap Teguh.
Pemerintah pusat sebelumnya menargetkan perekaman KTP elektronik nasional mencapai 99,4 persen pada 2026, sehingga daerah dengan capaian tinggi didorong menetapkan target lebih tinggi.



