Perajin Songkok di Lamongan Tertekan Kenaikan Harga Bahan Baku

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Harry Saktiono

TVRINews, Lamongan

Para perajin songkok di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menghadapi tekanan akibat lonjakan harga bahan baku dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat biaya produksi meningkat, sementara harga jual di pasaran belum mengalami penyesuaian.

Kenaikan harga tersebut dirasakan para pelaku industri rumahan di Kecamatan Kalitengah, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi songkok terbesar di Lamongan. Aktivitas produksi masih berjalan, namun para perajin mengaku mulai kesulitan menjaga kestabilan usaha.

Sejumlah bahan penunjang pembuatan songkok mengalami kenaikan signifikan. Di Desa Butungan, misalnya, harga plastik mika ukuran 25 meter naik menjadi Rp240.000 dari sebelumnya Rp220.000. Selain itu, harga kertas pendukung juga meningkat menjadi Rp30.000 per kodi.

Tak hanya itu, biaya untuk kardus dan kantong plastik sebagai kemasan turut mengalami kenaikan, sehingga semakin menambah beban produksi.

Salah satu perajin, Ainur Rokim, mengatakan kondisi ini membuat margin keuntungan semakin menipis. Meski demikian, para perajin masih mempertahankan harga jual untuk menjaga daya beli konsumen.

“Saat ini kami masih bertahan dengan harga lama, sekitar Rp21.000 per songkok. Kami khawatir kalau naik, pembeli justru berkurang,” ujar Ainur Rokim, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, para perajin sedikit terbantu karena harga kain bludru impor sebagai bahan utama masih relatif stabil di kisaran Rp94.000 per yard.

Kecamatan Kalitengah sendiri menjadi pusat industri songkok di Lamongan, dengan ratusan warga menggantungkan mata pencaharian dari sektor tersebut. Produk songkok dari wilayah ini bahkan telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Namun demikian, para perajin mengaku tidak bisa bertahan lama jika kondisi ini terus berlanjut. Kenaikan harga bahan baku yang berkepanjangan berpotensi memaksa mereka menaikkan harga jual.

“Kalau harga bahan baku terus naik, kemungkinan kami juga akan menaikkan harga jual agar usaha tetap berjalan,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waspada Warga Jabar, Selain Bogor BMKG Prediksi Wilayah Jawa Barat akan Alami Musim Kemarau Lebih Panjang
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Takut Dikembalikan ke Nusa Kambangan, Ammar Zoni Kirim Pesan Terbuka untuk Presiden dan Menteri
• 11 jam lalugrid.id
thumb
AS Disebut Langgar Wilayah Udara RI 18 Kali, Begini Respons Pemerintah
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Phonska Plus pastikan tiket grand final usai redam Electric PLN
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Dilaporkan atas Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Syekh Ahmad Al Misry Kabur ke Mesir
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.