Seluruh Kades dan Camat di Jabar Mohon Bersiap, Dedi Mulyadi Siapkan Surat Edaran Gubernur: Tidak Bermaksud Batasi Hak

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengungkapkan bahwa sebentar lagi dirinya akan menyiapkan Surat Edaran yang berkaitan dengan pelaksanaan hajatan atau pesta pernikahan di Jabar.

Dedi Mulyadi begitu menyoroti fenomena banyaknya masyarakat yang terjerat utang besar dan kehilangan banyak aset dalam semalam.

Penyebabnya bukan lain adalah karena memaksakan diri untuk mengadakan pesta hajatan pernikahan yang begitu meriah tetapi keadaan ekonomi tidak mendukung.

Alhasil, mereka harus mencari utang sana-sini atau menjual aset yang dimiliki.

Padahal, jika uang tersebut dikumpulkan justru bisa digunakan untuk membeli rumah agar bisa ditempati setelah menikah.

"Saya sampaikan ya bahwa gagasan, pikiran, dan ajakan yang saya sampaikan terhadap pasangan muda dan mudi yang akan menikah tetapi kemampuan orang tuanya terbatas atau kemampuan pasangannya terbatas," ujar Kang Dedi Mulyadi di dalam akun Instagram pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.Dedi Mulyadi berpesan agar tidak berlebihan dalam membuat pesta pernikahan dan uangnya sebaiknya digunakan untuk keperluan masa depan yang lebih penting.

"Lebih baik tidak membuat pesta, menikahnya cukup di KUA, dan uang yang dimiliki bisa digunakan untuk masa depan pernikahan," saran Dedi Mulyadi.

"Bisa untuk DP rumah, bisa untuk modal usaha, dan bisa untuk kegiatan lainnya," lanjutnya.

Dedi Mulyadi begitu prihatin melihat banyak orang tua yang sampai harus berutang demi acara pernikahan anaknya.

"Saya melihat banyak sekali orang tua yang menikahkan anaknya uangnya pinjam sana-sini," ujar Dedi Mulyadi.

"Ada yang menjual areal sawah, ada yang pinjam ke koperasi, ada yang pinjam ke bank, ada yang pinjam ke pinjol, ada yang pinjam ke bank keliling, ke bank emok," lanjutnya.

Menurut Kang Dedi Mulyadi, tindakan tersebut justru membuat kehidupan pernikahan terbebani penderitaan karena harus menanggung utang setelahnya.

"Pada akhirnya, setelah pernikahan bukan kebahagiaan tetapi justru penderitaan, bahkan banyak yang pada akhirnya pergi menjadi tenaga kerja di luar negeri untuk membayar utang-utang yang ditinggalkan," ungkap Dedi Mulyadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBSI Beberkan Target Tim Bulu Tangkis Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung Tetapkan Produser Film ‘Sang Pengadil’ Jadi Tersangka TPPU Zarof Ricar
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Lembaga Global Puji Kebijakan Fiskal Indonesia
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Kurusan Jelang Sidang Putusan, Ammar Zoni: Kurang Tidur
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Fear of Missing Out dalam Kesehatan: Kenapa Kita Selalu Ikut Tren Terbaru?
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.