VIVA –Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memans. Terbaru penasehat militer bagi Pemimpin Revolusi Islam Iran, Mohsan Rezaei menyatakan bahwa peluncur milik Angkatan Bersenjata Iran telah siap menargetkan kapal perang AS dan menenggelamkannya.
Dalam wawancara yang disiarkan di televisi pada hari Rabu, Mohsen Rezaei menegaskan pentingnya meningkatkan tekanan terhadap pihak musuh.
“Tekanan harus ditingkatkan. Peluncur kami kini sudah mengunci sasaran ke arah kapal-kapal perang, dan kami akan menenggelamkan semuanya,” ujarnya dikutip dari laman presstv.ir, Kamis 16 April 2026.
Anggota Dewan Kebijaksaan Iran serta mantan Komandan IRGC ini juga menyinggung upaya Amerika Serikat untuk memberlakukan blokade laut terhadap Iran, dan menyatakan bahwa rencana tersebut pasti akan gagal.
“Seperti halnya Amerika Serikat mengalami kekalahan bersejarah saat mencoba menguasai Selat Hormuz, upaya blokade laut ini juga pasti akan gagal,” tegas Rezaei.
Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran tidak akan pernah membiarkan Amerika Serikat meraih keberhasilan dalam menjalankan blokade tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran memiliki kekuatan besar yang belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk menghadapi situasi ini.
Dia itu juga menegaskan kembali bahwa AS tidak memiliki rencana untuk mengakhiri perang yang mereka lakukan bersama rezim Israel terhadap Republik Islam Iran pada akhir Februari lalu.
“Dalam rencana terbaru mereka, Amerika bermaksud menerjunkan pasukan lintas udara di Isfahan dan merebut uranium kami untuk menciptakan kesan keberhasilan,” tambahnya.
Dalam wawancara itu, Rezaei juga menyorot tentang gencatan senjata antara AS dan Iran. Dia menyatakan bahwa memperpanjang gencatan senjata bukanlah kepentingan Iran.
“Gencatan senjata hanya akan bermakna jika semua kesepakatan dan hak kami dipenuhi serta ada resolusi yang diajukan ke Dewan Keamanan PBB,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa pertimbangan moral dan kemanusiaan terhadap negara lain menjadi salah satu alasan Iran menyetujui gencatan senjata sementara.
Menanggapi kemungkinan adanya putaran perundingan baru dengan Amerika Serikat, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap detail negosiasi ke depan.
“Kita harus sangat cermat terhadap setiap kata,” kata Rezaei.
Ia juga menyinggung soal dua kemungkinan terkait situasi terkini antara AS dan Iran. Pertama kata dia Amerika Serikat akan berhenti dan menerima sepuluh syarat yang diajukan Iran yang menurutnya kecil kemungkinannya. Atau yang kedua justru melanjutkan upaya mereka untuk memenangkan perang.





