Fiskal Jatim 2027 Diproyeksi Menguat, Infrastruktur Strategis Digenjot

suarasurabaya.net
12 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memproyeksi kondisi fiskal tahun 2027 mengalami peningkatan signifikan dan lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.

Mohammad Yasin Plt. Kepala Bappeda Jatim menjelaskan, proyeksi awal pendapatan asli daerah (PAD) Jatim menunjukkan tren positif meski belum dihitung final.

“Fiskal, Jawa Timur dari sisi pendapatan kita ada peningkatan. Memang ini belum kita hitung betul tapi peningkatannya InsyaAllah kita signifikan,” ujar Yasin, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, dari sisi anggaran belanja khususnya transfer dari pemerintah pusat, Yasin menyebut belum ada kepastian terkait nominalnya. Sehingga alokasi sementara disamakan dengan 2026 sebagai pagu indikatif.

Dengan rencana tersebut, APBD Jatim tahun 2027 diproyeksikan lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Yasin menyatakan berbagai berbagai program prioritas, khususnya di sektor infrastruktur bakal digenjot pembangunannya.

“Memang dari belanja transfer sampai hari ini kita belum bisa dapat informasi, tapi sebagai ancer-ancernya belanja transfer 2027 kita menggunakan alokasi sama di 2026,” jelasnya.

Yasin menjelaskan berbagai proyek strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah akan segera dimulai pengerjaannya. Namun terdapat beberapa infrastruktur yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Ya infrastruktur yang besar tentunya yang kita ajukan di nasional butuh pembiayaan,” ucapnya.

Proyek itu antara lain pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang dikerjakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Masih ada beberapa spot yang belum dibebaskan itu nanti kita akan gotong-royong kabupaten/kota dengan provinsi,” ungkapnya.

Kemudian Fly Over Taman Pelangi di Kota Surabaya hingga proyek normalisasi Sungai Kali Lamong sebagai upaya mengantisipasi banjir tahunan di wilayah aliran Bengawan Solo.

Yasin menyebut proyek Kali Lamong ini diusulkan ke pemerintah pusat mengingat kebutuhan anggaran yang besar. “PU akan mengalokasikan ini sebagai antisipasi untuk banjir yang memang tahunan terjadi di Bengawan Solo,” jelasnya.

Selain infrastruktur, moda transportasi publik juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim tengah fokus merealisasikan pengembangan angkutan massal berbasis rel listrik.

Proyek ini akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis mulai dari Surabaya hingga kawasan penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

Skema pembiayaannya yang disiapkan Pemprov Jatim berasal dari pinjaman luar negeri, termasuk dukungan dari Jerman dan Inggris.

“Kemudian transportasi ini kita kembangkan di Gresik dengan Mojoketo dan nanti ITS sampai ke UNESA itu akan di-support dari pembiayaan yang dari Inggris,” tuturnya.(wld/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BUMN Karya Dikebut Restrukturisasi, Pemerintah Minta Perbaikan Total
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
DPR Desak Kemendikti Beri Sanksi Tegas 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual: Bila Perlu Berhentikan!
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Kurniawan Pede Jelang Timnas U-17 Lawan Malaysia: Kami Tidak Takut
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Wahai Belasan Pelaku Pelecehan di FHUI, Kalian Seharusnya Takut Baca Pernyataan Ketua DPR RI Ini
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Get The Look: Inspirasi Outfit Boho Chic ala Sarah Azka
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.