BUMN Karya Dikebut Restrukturisasi, Pemerintah Minta Perbaikan Total

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mempercepat langkah restrukturisasi BUMN karya untuk memperbaiki kinerja dan tata kelola perusahaan. Transformasi ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan sektor konstruksi nasional di tengah tekanan ekonomi.

Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengatakan, percepatan restrukturisasi menjadi fokus utama bersama Danantara. “Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah restrukturisasi BUMN karya agar lebih sehat, transparan, dan akuntabel,” kata Dony dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga
  • Restrukturisasi BUMN Karya Masuk Tahap Final, Ini Langkah Selanjutnya

Dony menekankan pentingnya perbaikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan transparansi juga menjadi fondasi utama dalam transformasi yang dijalankan.

“BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola dan perbaikan kinerja keuangan sebagai bagian dari restrukturisasi berkelanjutan,” ujar Dony.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Langkah ini bertujuan memperkuat fondasi perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Transformasi tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga perbaikan tata kelola dan disiplin operasional.

“Melalui langkah ini, BUMN karya diharapkan menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” kata Dony.

Pemerintah menilai BUMN karya memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional. Karena itu, restrukturisasi dilakukan secara terarah agar mampu menopang proyek pembangunan secara berkelanjutan.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses transformasi ini. “Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dony.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Del Pedro Jadi Ujian Implementasi KUHAP Baru
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Modus Hery Susanto Terima Suap Rp 1,5 M untuk Atur Rekomendasi Ombudsman
• 13 jam laludetik.com
thumb
Kemenperin Dorong Standar Keamanan Produk di Sektor Industri Cat Nasional
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dubes: Arab Saudi konsisten menahan diri dalam konflik kawasan
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Sumsel Ungkap Industri Miras Oplosan, Puluhan Ribu Botol Disita
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.