jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong peningkatan kualitas layanan transportasi nasional, khususnya di kawasan perkotaan.
Upaya strategis itu dilakukan melalui berbagai program penguatan transportasi publik, peningkatan standar keselamatan, serta pengawasan operasional yang lebih terintegrasi.
BACA JUGA: Pengamat Sebut Transportasi Publik Jadi Opsi Hemat BBM
Dalam pelaksanaannya, Kemenhub turut melibatkan dukungan berbagai pihak profesional, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Surveyor Indonesia (Persero).
Keterlibatan perusahaan itu difokuskan pada segi aspek pendampingan teknis dan penguatan tata kelola sektor perhubungan.
BACA JUGA: Eddy Soerparno Ingin Perbanyak Transportasi Publik Berbasis Listrik, Ini Tujuannya
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam mendukung berbagai program strategis tersebut.
Fajar menegaskan kesiapan perusahaan untuk mengawal kualitas layanan bagi publik.
BACA JUGA: FINNS & Grab Kerja Sama Hadirkan Transportasi Publik Gratis di Canggu
“Kami berkomitmen untuk terus hadir sebagai guardian of assurance yang memberikan layanan terbaik bagi kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan sektor perhubungan yang aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Fajar dalam keterangan pers, Kamis (16/4).
Adapun dukungan teknis yang diberikan mencakup program pengembangan angkutan massal berbasis jalan di sejumlah kota melalui skema Buy The Service (BTS).
Selain itu, terdapat dukungan pada pengawasan operasional kendaraan melalui Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
Kolaborasi itu juga menyentuh aspek evaluasi kinerja melalui kegiatan Wahana Tata Nugraha (WTN) yang menilai performa transportasi di daerah.
Melalui langkah ini, pemerintah berupaya memastikan layanan transportasi publik semakin terjangkau, tepat waktu, dan aman bagi masyarakat.
Penguatan sistem pengawasan kendaraan juga diharapkan dapat menekan pelanggaran over dimension dan over loading (ODOL).
Masalah ODOL selama ini menjadi salah satu faktor utama kerusakan infrastruktur jalan, serta meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.
Di sisi lain, kehadiran tenaga profesional dalam pendampingan program transportasi membantu pemerintah daerah dalam mengelola layanan angkutan secara lebih efisien.
Skema yang dirancang diharapkan sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat di masing-masing wilayah.
Keterlibatan Surveyor Indonesia saat ini juga terus berkembang melalui kerja sama dengan operator transportasi nasional, termasuk di bidang perkeretaapian.
Fokus utamanya, memastikan kesiapan operasional sarana dan prasarana serta pengembangan transportasi ramah lingkungan seperti bus listrik.
Ke depan, Kemenhub bersama para mitra profesional akan terus mendorong penguatan layanan melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan pemanfaatan teknologi. (mcr31/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... NICE PIK2 Kini Lebih Mudah Dijangkau Berkat Akses Tol & Transportasi Publik
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




