Bireuen: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak swasta mulai membangun hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh. Pembangunan huntap dilakukan di sejumlah desa/gampong terdampak bencana.
“Pembangunan huntap tahap I dilakukan secara bertahap baik oleh BNPB maupun oleh pihak swasta yang telah menyampaikan komitmennya kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen,” kata Juru bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen Muhajir Juli, dilansir dari Antara, Kamis, 16 April 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari rekanan, BNPB sedang membangun huntap di Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang di Kecamatan Jangka, Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, serta di Desa Balee Panah, dan Paya Cut, Kecamatan Juli.
Baca Juga :
Mendagri Targetkan Pembangunan 39.021 Huntap Rampung Tahun IniIa merinci hingga Minggu, 12 April 2026, di Kuala Ceurape, BNPB mulai membangun 20 unit huntap. Progres pembangunan bervariasi, mulai dari pemasangan bata ringan, plesteran, pemasangan pondasi, dan onsite material.
Kemudian, hunian tetap juga sedang dibangun di beberapa lokasi, yakni 10 unit di Desa Bugeng, 1 unit di Alue Bayeu Utang, dan 17 unit di Balee Panah. Dua unit huntap relokasi milik warga Kuala Ceurape juga dibangun di Alue Kuta dan Desa Kapa, Peusangan.
Banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh. (Dokumentasi. Metro TV)
Sementara itu huntap yang dibangun swasta yakni dari H Subarni A. Gani selaku owner PT Blang Keutumba berjumlah 60 unit mencakup 10 unit di Balee Panah, 10 unit di Teupin Mane, 10 unit di Simpang Jaya. Kemudian 10 unit di Alue Limeng, dan 10 unit di Salah Sirong dan beberapa unit di Desa Kubu, di Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
“DT Peduli juga akan membangun 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka dan PT Takabeya Perkasa Group membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura,” ungkapnya.
Ia menyebutkan total huntap yang mulai dan sedang dalam proses pembangunan di Bireuen berjumlah 152 unit. “Mudah-mudahan pembangunan huntap tahap I dapat berjalan lancar, sehingga penyintas bencana yang rumahnya telah mendapatkan status rusak berat/hilang berdasarkan hasil verifikasi Tahap I oleh BNPB, dapat secepatnya menghuni rumahnya,” ujarnya.




