Jakarta, VIVA – Novo Nordisk mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI, guna mempercepat upaya perusahaan dalam menghadirkan pilihan pengobatan yang lebih inovatif dan berkualitas bagi pasien.
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar mengatakan, kemitraan ini akan memanfaatkan kapabilitas AI yang canggih untuk menganalisis data yang kompleks, mengidentifikasi penemuan obat yang menjanjikan, serta mempercepat waktu dari tahap penelitian hingga obat tersebut dapat diakses oleh pasien.
Dia memastikan, kolaborasi ini dirancang dengan perlindungan data, tata kelola, dan pengawasan manusia yang ketat, guna memastikan penggunaan teknologi yang etis dan sesuai regulasi.
"Jutaan orang yang hidup dengan obesitas dan diabetes membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan, dan kami menyadari masih banyak terapi yang belum ditemukan yang dapat mengubah hidup mereka,” kata Mike dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.
- VIVA/Misrohatun Hasanah
Dia menambahkan, mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari membuat pihaknya mampu untuk menganalisis data, dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Serta, akan mampu mengidentifikasi pola yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta menguji hipotesis dengan lebih cepat dari sebelumnya.
"Dengan demikian, kolaborasi ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar dengan lebih cepat dari sebelumnya," ujarnya.
Sementara Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman mengatakan, OpenAI akan membantu Novo Nordisk dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja global perusahaan, dan literasi AI di seluruh organisasi.
Kemitraan ini juga akan memanfaatkan kapabilitas OpenAI untuk mengoptimalkan efisiensi di bidang manufaktur, rantai pasok, distribusi, serta kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Program percontohan akan diluncurkan di seluruh departemen, termasuk riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional komersial, dengan integrasi penuh ditargetkan selesai pada akhir 2026.
"AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati (life sciences), teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” kata Sam.
“Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan dari penanganan pasien," ujarnya.





