Transformasi Penemuan & Distribusi Obat, Novo Nordisk dan OpenAI Jalin Kemitraan Strategis

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Novo Nordisk mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI, guna mempercepat upaya perusahaan dalam menghadirkan pilihan pengobatan yang lebih inovatif dan berkualitas bagi pasien.

Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar mengatakan, kemitraan ini akan memanfaatkan kapabilitas AI yang canggih untuk menganalisis data yang kompleks, mengidentifikasi penemuan obat yang menjanjikan, serta mempercepat waktu dari tahap penelitian hingga obat tersebut dapat diakses oleh pasien.

Baca Juga :
Di Forum Bisnis, Prabowo Harap Kemitraan Indonesia-Jepang Naik Kelas
Tuntaskan Proyek Pemipaan Sumur Produksi di Kamojang,Tracon Industri Akselerasi Pengembangan Infrastruktur Panas Bumi

Dia memastikan, kolaborasi ini dirancang dengan perlindungan data, tata kelola, dan pengawasan manusia yang ketat, guna memastikan penggunaan teknologi yang etis dan sesuai regulasi.

"Jutaan orang yang hidup dengan obesitas dan diabetes membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan, dan kami menyadari masih banyak terapi yang belum ditemukan yang dapat mengubah hidup mereka,” kata Mike dalam keterangannya, Kamis, 16 April 2026.

CEO OpenAI dan Pendiri ChatGPT Sam Altman mengenakan kemeja batik.
Photo :
  • VIVA/Misrohatun Hasanah

Dia menambahkan, mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari membuat pihaknya mampu untuk menganalisis data, dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Serta, akan mampu mengidentifikasi pola yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta menguji hipotesis dengan lebih cepat dari sebelumnya.

"Dengan demikian, kolaborasi ini membantu kami mempercepat penemuan terapi baru dan menghadirkannya ke pasar dengan lebih cepat dari sebelumnya," ujarnya.

Sementara Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman mengatakan, OpenAI akan membantu Novo Nordisk dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja global perusahaan, dan literasi AI di seluruh organisasi.

Kemitraan ini juga akan memanfaatkan kapabilitas OpenAI untuk mengoptimalkan efisiensi di bidang manufaktur, rantai pasok, distribusi, serta kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan. Program percontohan akan diluncurkan di seluruh departemen, termasuk riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional komersial, dengan integrasi penuh ditargetkan selesai pada akhir 2026.

"AI sedang mentransformasi berbagai industri, dan dalam bidang ilmu hayati (life sciences), teknologi ini dapat membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama,” kata Sam.

“Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan dari penanganan pasien," ujarnya.

Baca Juga :
Habiburokhman Minta Negara Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS
Adidaya Institute: Keputusan RI dalam BoP Harus Dipahami Sebagai Langkah Strategis
Alasan Pengguna ChatGPT Melejit Tajam selama Ramadhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran di Babelan Bekasi, Sita Celurit dan 6 Motor
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Zodiak yang Kurang Cocok dengan Aries
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
PLTBg Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Erick Thohir Pastikan Belum Ada Tambahan Pemain Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia, Nasib 2 Nama Ini Terkatung-katung
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sambang Humanis Bhabinkamtibmas Tabaringan, Warga Diajak Jauhi Tontonan Provokatif
• 19 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.