JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir pesisir (rob) berpotensi melanda wilayah pesisir utara Jakarta selama sepekan ke depan, mulai 17 hingga 23 April 2026.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan seiring potensi kenaikan muka air laut akibat fenomena alam.
Informasi ini disampaikan melalui akun resmi @bpbddkijakarta yang mengacu pada peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Berdasarkan informasi BMKG, adanya fenomena fase Bulan Baru pada 17 April 2026 dan Perigee pada 19 April 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” tulis BPBD DKI Jakarta.
Baca juga: Kendalikan Banjir Rob di Pesisir Jakarta, Pramono Tambah 5 Pompa Raksasa di Ancol
Kondisi tersebut, lanjut BPBD, dapat memicu pasang air laut lebih tinggi dari biasanya.
Berdasarkan pantauan data ketinggian air (water level) dan prediksi pasang surut, rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara.
Adapun daerah yang diminta siaga meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.
Kombinasi fase Bulan Baru dan perigee yakni kondisi saat bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, dapat memperkuat gaya tarik gravitasi yang memengaruhi pasang air laut.
“Banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di wilayah pesisir utara Jakarta,” tulis BPBD.
Karena itu, warga yang tinggal di kawasan pesisir diminta mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut, terutama pada waktu-waktu tertentu saat ketinggian air mencapai puncaknya.
Baca juga: 12 Wilayah Pesisir Utara Jakarta Terancam Banjir Rob hingga 9 April 2026
Warga diminta kurangi aktivitas di pesisirSelain meningkatkan kewaspadaan, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di area pesisir yang berisiko terdampak rob, terutama saat pasang tinggi.
Warga juga diminta memastikan sistem drainase di lingkungan sekitar berjalan dengan baik untuk mencegah genangan semakin meluas.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai kondisi gelombang laut melalui kanal resmi pemerintah.
“Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112,” tulis BPBD.
Dengan potensi rob yang berlangsung selama beberapa hari, kesiapsiagaan warga dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak, terutama di kawasan yang selama ini rawan terdampak pasang air laut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




