jpnn.com, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan fenomena Godzilla El Nino atau El Nino ekstrem menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan, kekeringan, serta penurunan kualitas udara.
Menurut dia, hal itu terjadi secara bersamaan dan saling memperburuk dampak terhadap kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: Hadapi El Nino Godzilla, Kementerian PU Siapkan 400 Pompa Air Dukung Pertanian saat Kemarau
“Suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru,” ucap Ani, pada Kamis (16/4).
Pada saat yang sama, kualitas udara juga diprediksi menurun, termasuk peningkatan partikular halus, berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA.
BACA JUGA: Hadapi Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan
“El Nino akan menjadi risiko yang berdampak pada kesehatan terutama pada populasi rentan (anak-anak dan lansia),” kata dia.
Dia mengungkapkan ada tiga risiko yang mungkin terjadi, yakni dehidrasi, gangguan pernapasan, dan penyakit kulit.
BACA JUGA: Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Amran Klaim Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan ke Depan
Dehidrasi pada orang yang terpapar langsung dengan suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Selanjutnya, kemarau panjang dapat menyebabkan polusi udara yang meningkat, sehingga memperburuk kondisi pernapasan, seperti asma dan penyakit saluran pernapasan lainnya.
“Suhu udara yang tinggi dan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan rentan terhadap iritasi,” jelasnya.
El Nino Ekstrem diprediksi melanda Indonesia pada April hingga Oktober 2026. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Diproyeksikan Surplus Jelang El Nino âGodzillaâ
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




