HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Panakkukang memperkuat barisan dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. Rapat Koordinasi (Rakor) ini dihadiri seluruh Kepala SD Negeri dan SD Inpres se-Kecamatan Panakkukang. Organisasi ini fokus mematangkan persiapan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026. Termasuk memberikan apresiasi khusus bagi para pimpinan sekolah yang memasuki masa purna bakti.
Rapat berlangsung di SD Inpres Panaikang 2/1, Kamis (16/4/2026) dipimpin langsung oleh Ketua K3S Panakkukang, H. Bakhtiar, S.Pd., M.Pd. Ia menegaskan bahwa forum bulanan ini merupakan “jantung” koordinasi untuk menyatukan langkah strategis di lingkup pendidikan dasar.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kesiapan kontingen Panakkukang dalam menyongsong O2SN 2026. Mengingat event ini merupakan ajang bergengsi tahunan, Bakhtiar menekankan pentingnya kolaborasi solid sejak dini, mulai dari penjaringan atlet di tingkat sekolah hingga dukungan teknis saat kompetisi.
“O2SN ini membutuhkan kerja tim yang kuat. Mulai dari seleksi tingkat sekolah, pembinaan atlet, hingga dukungan anggaran dan teknis. Kolaborasi seluruh kepala sekolah sangat dibutuhkan agar kontingen Panakkukang bisa tampil maksimal dan berprestasi,” tegas Bakhtiar.
Penghormatan bagi Purna Bakti
Selain agenda teknis, Rakor kali ini diwarnai momen emosional terkait pelepasan sejumlah kepala sekolah yang telah mengakhiri masa pengabdiannya. K3S Panakkukang sepakat menjadikan momen purna bakti sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi para pimpinan sekolah selama bertahun-tahun.
“Kami membahas pelepasan teman-teman kepala sekolah yang sudah purna bakti. Ini adalah bentuk apresiasi dan penghormatan tulus kami atas pengabdian mereka bagi dunia pendidikan di Panakkukang,” ungkapnya.
Wadah Evaluasi dan Mutu Pendidikan
Lebih jauh, Bakhtiar menjelaskan bahwa Rakor K3S memiliki fungsi vital sebagai ruang musyawarah dalam mencari solusi atas kendala yang dihadapi di tiap satuan pendidikan. Fokus utamanya adalah meningkatkan kompetensi siswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
“Forum ini bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja. Kita musyawarahkan banyak hal, termasuk peningkatan mutu anak didik, persiapan menghadapi ujian sekolah, hingga pengembangan bakat siswa di luar kelas,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Bakhtiar berpesan agar seluruh anggota K3S tetap menjaga kekompakan. Ia meyakini bahwa tantangan pendidikan di masa depan hanya bisa dijawab jika seluruh kepala sekolah berjalan dalam “satu bahasa” yang sama.
“Harapan saya, kita tetap semangat dan bersinergi. Kuncinya harus satu langkah dan satu bahasa. Jika kita kompak, insyaallah pendidikan di Panakkukang akan semakin maju dan berkualitas,” tutup Bakhtiar optimis. (*)





