Upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali mengemuka karena ada upaya dari sebuah delegasi tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan telah menggelar pembicaraan dengan para pejabat Iran guna menjajaki kemungkinan negosiasi damai putaran baru antara Teheran dan Washington.
Inisiatif Pakistan ini mendapat sinyal positif dari Amerika Serikat. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan optimismenya terkait kelanjutan negosiasi tersebut.
Ia juga mengisyaratkan bahwa pertemuan atau dialog kedua negara ke depannya kemungkinan besar akan kembali diselenggarakan di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Kendati ada kemajuan dalam ruang diplomasi, situasi militer masih memanas, otoritas militer Iran secara tegas mengancam akan memblokade jalur perdagangan strategis di Laut Merah, Teluk Persia, hingga Laut Oman.
Ancaman ini akan direalisasikan apabila AS terus mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di Washington, langkah operasi militer tampaknya masih belum akan direm. Senat AS baru saja menolak sebuah resolusi yang dipelopori oleh kubu Demokrat. Resolusi tersebut sedianya bertujuan untuk menuntut penghentian perang atau operasi militer AS terhadap Iran sampai adanya otorisasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak Kongres.
Sementara itu, ekskalasi konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah juga memakan korban jiwa di Lebanon. Pasukan Israel dilaporkan masih terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon.
Laporan dari Al Jazeera menyebutkan insiden terbaru di kota Mayfadoun, dekat Nabatieh di kawasan Lebanon selatan, telah menewaskan empat paramedis Lebanon dan melukai enam orang lainnya.
Tragisnya, para tenaga medis tersebut menjadi korban serangan saat mereka tengah menjalankan misi evakuasi dan penyelamatan darurat di lokasi kejadian.





