Tanggapan Pengelola NPEA soal Nelayan Cilincing Protes Proyek di Muara Cakung Drain

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak pengelola proyek New Priok Eastern Access (NPEA) mengklaim proyek yang tengah mereka kerjakan tetap menyediakan akses bagi nelayan di perairan Cilincing, Jakarta Utara.

Hal itu disampaikan menyusul adanya protes nelayan yang merasa terganggu dengan aktivitas pembangunan proyek di area Muara Cakung Drain.

Project Manager NPEA Seksi 2 PT Pembangunan Perumahan, Ikhsan Budi Prasetyo, mengatakan, akses keluar masuk kapal nelayan telah diperhitungkan dalam perencanaan konstruksi jalan tol yang sebagian melintas di atas laut.

Baca juga: Banjir Rob Ancam Jakarta Sepekan, Deretan Wilayah Pesisir Diminta Siaga

"Jadi memang di perencanaannya sendiri kita memang siapkan alur-alur dan akses keluar masuk bagi nelayan, bagi nelayan yang kapalnya kecil maupun sampai yang besar. Nah, rata-rata ketinggiannya 10 meter," kata Ikhsan saat dihubungi Kompas.com, melalui telepon, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam desain proyek disiapkan jalur dua akses utama dengan lebar sekitar 60 meter dan tinggi 18 meter.

“Ini yang harapannya bisa menjamin selain kapal-kapal nelayan yang kecil, mungkin ada bagan-bagan tangkap yang dimensinya cukup besar tetap bisa keluar masuk dengan nyaman,” ujarnya.

Ikhsan menambahkan, selama proses konstruksi, pihaknya juga menyiapkan penanda keselamatan berupa lampu, pelampung, dan penunjuk jalur agar aktivitas pelayaran nelayan tetap aman, terutama pada malam hari.

"Alat-alat konstruksi kita di lapangan pun kita harus pastikan aman dan harus kita berikan penanda yang cukup supaya tidak terkena oleh baling-baling kapal dari nelayan," ucapnya.

Di sisi lain, pihak Pelindo juga menanggapi aksi protes yang dilakukan para nelayan.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menyatakan, pihaknya menghormati bentuk aspirasi yang dilakukan para nelayan.

Baca juga: Sedang Menyapu Jalan, Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil di Pejaten Jaksel

“Pelindo menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk para nelayan di wilayah Cilincing,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com,  Kamis.

Ia menyebut, pihaknya memahami pentingnya keberadaan dan kelancaran aktivitas nelayan. Karena itu, Ali menegaskan pihak Pelindo melaksanalan seluruh kegiatan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.

“Serta mempertimbangkan aspek keselamatan, kelancaran alur pelayaran, dan keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut protes para nelayan, Ali memastikan pihak Pelindo akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan menyediakan ruang dialog.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan terbuka untuk berdialog dengan masyarakat, termasuk nelayan,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Tegaskan Sinkronisasi APBD dan RKPD, Soroti Pengangguran di Jawa Barat
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Nabung 50 Tahun, Nenek 22 Cucu Penjual Cilok di Pasuruan Berangkat Haji
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Kebakaran Hebat di Margomulyo Merambat hingga Tiga Area Pabrik Selotip
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bahlil: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Sampai Akhir Tahun, Insyaallah Selamanya
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Minyakita Sempat Seret, Pemkot Kediri Pastikan Distribusi Tetap Berjalan
• 7 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.