Minyakita Sempat Seret, Pemkot Kediri Pastikan Distribusi Tetap Berjalan

realita.co
8 jam lalu
Cover Berita

KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil pasca Hari Raya Idul Fitri. Hal ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Pasar Setono Betek, Kamis (16/4), dengan melibatkan Disperdagin, Satgas Pangan, Perum Bulog, BPS, Kejaksaan, dan Polresta Kediri.

Dari hasil pantauan, mayoritas harga bahan pokok seperti beras dan minyak goreng Minyakita masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah pedagang yang menjual beras premium di atas HET.

Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa tingginya harga tersebut disebabkan oleh rantai distribusi. Pedagang diketahui tidak mengambil barang langsung dari distributor, melainkan dari pengecer dengan harga lebih tinggi.

“Untuk harga Minyakita rata-rata sudah sesuai HET, yakni di kisaran Rp15.700 per liter, bahkan ada yang di bawah HET. Sementara beras SPHP dijual Rp12.500 per kilogram. Namun beras premium masih ada yang dijual hingga Rp15.000 per kilogram,” jelasnya.

Ridwan menegaskan kondisi pasar secara umum masih dalam kategori aman. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Stok aman, harga terkendali. Tidak perlu panic buying karena distribusi kebutuhan pokok terus berjalan setiap hari,” tambahnya.

Selain memastikan stabilitas harga, Pemkot Kediri juga memanfaatkan sidak ini untuk mengedukasi pedagang dan pembeli agar mulai mengurangi penggunaan kantong plastik. Langkah ini dinilai penting untuk menekan dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Di sisi lain, isu kelangkaan Minyakita yang sempat beredar di masyarakat turut mendapat penjelasan dari Perum Bulog. Kepala Perum Bulog Cabang Kediri, Harisun, menyebut bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian distribusi dari produsen.

Menurutnya, saat ini distribusi Minyakita diprioritaskan untuk program Bantuan Pangan yang ditargetkan selesai pada 31 Mei 2026. Hal ini menyebabkan pasokan ke pedagang mengalami pembatasan sementara.

 

“Sejak Januari hingga saat ini, hampir 80.000 liter Minyakita telah disalurkan ke Pasar Setono Betek. Dropping tetap ada, namun jumlahnya tidak sebesar biasanya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Setono Betek, Ali Asikin, mengaku kenaikan harga beras premium tak lepas dari harga beli yang sudah tinggi dari tengkulak. Ia menjual beras premium seharga Rp15.700 per kilogram, dengan harga beli mencapai Rp14.700 per kilogram.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa distribusi Minyakita dalam beberapa pekan terakhir mengalami pembatasan. Jika sebelumnya bisa menerima hingga 50 karton per minggu, kini hanya sekitar 13 karton.

“Stok biasanya habis dalam lima hari, jadi ada kekosongan di sisa hari dalam seminggu,” ungkapnya.

Pemerintah berharap distribusi Minyakita dapat kembali normal setelah program Bantuan Pangan selesai, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.nia

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.141 per Dolar AS pada Kamis Pagi
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Bela Aksi Pinkan Mambo Ngamen di Jalan, Hotman Paris: Itu Bukan Pekerjaan Hina dan Downgrade
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Pengusaha Tekstil Waswas Banjir Produk China Kian Deras saat Harga Bahan Baku Naik
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Atasi Mahalnya Harga Plastik, Zulhas Dorong Penggunaan Bahan Organik
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pentingnya Literasi Keuangan di Era Transaksi Digital
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.