Nasib Kapal Tanker Pertamina Usai AS Blokade Selat Hormuz

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa dua kapal miliknya masih tertahan di kawasan Selat Hormuz seiring eskalasi ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Untuk itu, perusahaan energi pelat merah ini terus memonitor perkembangan situasi yang sangat dinamis ini, sekaligus menjaga komunikasi intensif dengan kru yang berada di atas kapal.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar kedua kapal yang tertahan akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat segera berlayar kembali.

“Kami terus berkoordinasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri,” kata Arya usai sosialisasi Pertamina Sustainability Champions, Kamis (16/4/2026).

Pertamina berharap dengan dukungan diplomasi dan koordinasi lintas pihak, kedua kapal dapat segera melanjutkan perjalanan begitu kondisi keamanan di Selat Hormuz dinyatakan aman.

Senada, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pihaknya berharap kedua kapal dapat segera melanjutkan pelayaran setelah kondisi telah memungkinkan.

Baca Juga

  • Update Posisi 2 Kapal Tanker Pertamina Usai Terjebak Sebulan di Selat Hormuz
  • Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz, Kemlu: Kendala Teknis
  • Soal Nasib Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz, Ini Kata Danantara

“Sampai sejauh ini semuanya positif. Namun, dinamika yang terjadi di Selat Hormuz ini yang kami terus monitor. Pada saat semua sudah aman, kita berharap kapal dapat melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi dengan berbagai pihak berjalan secara konstruktif. Namun demikian, situasi di lapangan masih memerlukan pemantauan ketat agar keselamatan kru dan aset tetap menjadi prioritas utama.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik di Iran berpotensi kembali dibuka pekan ini, menyusul gagalnya perundingan pada akhir pekan yang berujung pada keputusan AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

“Anda sebaiknya tetap berada di sana [Islamabad], karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong untuk menuju ke sana,” ujar Trump seperti dikutip BBC, Rabu (15/6/2026).

Komentar tersebut disampaikan di tengah konfirmasi militer AS bahwa tidak ada kapal yang berhasil melintasi blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran dalam 24 jam pertama operasi.

Kondisi kebuntuan ini memicu ketidakpastian terhadap keberlanjutan gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir pekan depan.

Hingga kini, Teheran belum memberikan respons resmi. Namun, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menilai sangat mungkin perundingan akan kembali dilanjutkan.

Pejabat dari kawasan Teluk, Pakistan, dan Iran mengindikasikan bahwa tim negosiasi dari Washington dan Teheran berpotensi kembali ke Pakistan dalam waktu dekat, meski jadwal belum difinalisasi.

Optimisme terhadap kelanjutan diplomasi turut meredakan tekanan di pasar energi, dengan harga minyak acuan terkoreksi ke bawah US$100 pada Selasa.

Iran secara de facto telah menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dan gas global sejak menjadi target serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Sebagai respons, lebih dari selusin kapal perang AS dan sekitar 10.000 personel militer dikerahkan untuk menegakkan blokade terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, secara efektif memutus salah satu urat nadi ekonomi negara tersebut.

Kebijakan ini dirancang untuk memberikan tekanan maksimal terhadap Teheran dengan menargetkan dua sumber utama pendapatan negara, yakni ekspor minyak dan pungutan transit dari kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) melaporkan bahwa enam kapal dagang mematuhi instruksi untuk berbalik arah dalam 24 jam pertama operasi.

Namun demikian, analisis data pelacakan kapal oleh BBC menunjukkan setidaknya empat kapal yang terkait Iran tetap berhasil melintasi Selat Hormuz, termasuk dua yang sebelumnya berlabuh di pelabuhan Iran. Selain itu, tiga kapal non-Iran juga tercatat melintasi selat setelah blokade diberlakukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Asrama Polri Ciledug Tangerang Hanguskan 20 Rumah
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Puan Soroti Persiapan Haji: Jangan Ada Jemaah Tertunda karena Hal Teknis
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Demo di Depan Gedung DPR, Roy Suryo Tuntut Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Publik | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Dunia Melemah, Pasar Pantau Perkembangan AS-Iran
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
6 Barang Faizal Assegaf Disita KPK, Kamera hingga Monitor
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.