Buka Peluang Magang ke Jepang dan Taiwan, Perguruan Tinggi Gandeng KP2MI Serap Pasar Kerja Global

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) secara resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah mitra strategis, mulai dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Yayasan MATAULI, hingga delapan universitas ternama di Indonesia.

Acara yang berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, pada Kamis 16 April 2026 ini menandai babak baru dalam transformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pekerja Migran Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan bahwa transisi status dari BP2MI menjadi Kementerian merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam menangani isu migrasi.

"Sekarang kami memiliki peran ganda, tidak lagi hanya sebagai operator atau pelaksana, tetapi juga sebagai regulator yang merumuskan kebijakan. Pengelolaan dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari persiapan calon pekerja hingga pemberdayaan purna-pekerja," ujar Menteri Mukhtarudin.

BACA JUGA:Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

Kompetensi Sebagai Perisai Utama

Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa strategi pelindungan terbaik bagi para pekerja migran adalah kompetensi.

Mengingat, kata Mukhtarudin, menempatkan tenaga kerja tanpa keahlian (unskilled) hanya akan memperbesar risiko keamanan dan kerentanan di negara tujuan.

"Strategi utama dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia adalah melalui penguatan kompetensi yang berperan sebagai perisai bagi mereka di luar negeri," imbuh Mukhtarudin.

Oleh karena itu, Menteri P2MI mengatakan bahwa fokus utama kebijakan KP2MI kini dialihkan sepenuhnya pada pengiriman skilled workers khususnya untuk level menengah (middle) hingga tinggi (high skill), guna meminimalisir risiko keamanan.

Langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan sebanyak 500.000 pekerja migran ahli.

Selain meningkatkan perlindungan, transformasi ini juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang nyata, di mana pada tahun 2025 tercatat kenaikan remitansi sebesar 14% yang berkontribusi langsung pada upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan sosial di tanah air.

BACA JUGA:Program Magang Nasional diawasi Ketat, Perusahaan Melanggar Bakal Ditegur

Mengisi Kesenjangan Peluang Kerja Global

Menteri Mukhtarudin memaparkan data krusial terkait pasar kerja internasional. Berdasarkan data SIP2MI per 15 April 2026, terdapat 327.658 peluang kerja di luar negeri. Namun, penyerapan saat ini baru mencapai 69.187 posisi (21,12%)

"Masih terdapat 258.471 peluang kerja atau sekitar 78,88% yang terbuka lebar. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menyiapkan SDM yang kompeten agar peluang ini tidak terbuang sia-sia dan diisi melalui jalur yang legal serta aman," ujar Menteri Mukhtarudin.

Sesuai dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI kini memfokuskan kinerjanya pada pembangunan ekosistem perlindungan yang terintegrasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. 

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Finalisasi Aturan Baru Tax Holiday, Skema Pajak Minimum Global Jadi Kunci
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kredit Rumah Subsidi Tak Adil, Warga BerpenghasilanTidak Tetap Sulit Akad
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Helikopter PK-CFX Jatuh di Hutan Perbukitan Terjal di Sekadau Kalbar
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Sudah-sudah Trump Senggol Paus Leo
• 20 jam laludetik.com
thumb
Timur Tengah Makin Panas! Israel-Lebanon Kembali Baku Tembak
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.