Indonesia Surplus Pupuk 1,5 Juta Ton, Siap Ekspor ke India

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah membuka peluang ekspor pupuk urea ke India. Hal ini disampaikan Wamentan, Sudaryono, menyusul adanya surplus produksi pupuk 1,5 juta ton.

Indonesia Surplus Pupuk 1,5 Juta Ton, Siap Ekspor ke India. (Foto: iNewd Media Group)

IDXChannel - Pemerintah Indonesia membuka peluang ekspor pupuk urea ke India. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyusul adanya surplus produksi pupuk nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki kelebihan stok pupuk sekitar 1,5 juta ton yang berpotensi diekspor ke negara mitra, termasuk India. Namun begitu, ia menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan petani dalam negeri.

Baca Juga:
Australia Minati Pupuk RI, Wamentan: Stok untuk Petani Lokal Super Prioritas, Sisanya Baru Diekspor

“Kita Indonesia akan mengutamakan kebutuhan pupuk dalam negeri. Setelah kita hitung, ada ekses atau kelebihan sekitar 1,5 juta ton yang bisa kita ekspor ke luar negeri,” kata Sudaryono usai menerima audiensi Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty dan jajaran Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, perbedaan musim tanam antara Indonesia dan India turut menjadi faktor pendukung keamanan pasokan pupuk nasional. Dengan kondisi tersebut, ekspor dapat dilakukan tanpa mengganggu distribusi dalam negeri.

Baca Juga:
Harga Pupuk Urea Global Melonjak 86 Persen Dibanding Awal 2026

Dari sisi produksi, kapasitas nasional Pupuk Indonesia (Persero) disebut telah mencapai 14,65 juta ton per tahun. Rinciannya meliputi 9,36 juta ton urea, 4,52 juta ton NPK, 750 ribu ton ZA, dan 20 ribu ton ZK. Kapasitas ini dinilai cukup kuat untuk menjaga ketahanan pupuk nasional di tengah dinamika global.

“Inikan membuktikan bahwa kita punya ketahanan pupuk di tengah situasi perang ini, ketahanan pupuk kita kuat. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani di Indonesia bahwa pupuk kita cukup dan tidak terpengaruh oleh kondisi perang, bahkan berlebih,” kata Sudaryono.

Baca Juga:
Australia Buka Peluang Impor Pupuk dari RI Imbas Gejolak Geopolitik Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyambut positif peluang kerja sama tersebut dan menegaskan kesiapan India untuk mengimpor pupuk dari Indonesia melalui skema antar pemerintah.

“Ada permintaan dari India untuk mengimpor pupuk dari Indonesia. Bapak Wamentan telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Jika terdapat surplus, maka kami akan sangat senang untuk membelinya dari Indonesia melalui skema kerja sama antar pemerintah (G2G),” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa kebijakan ekspor akan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan siklus tanam nasional.

“Kita ekspor ketika kebutuhan dalam negeri mencukupi. Kalau hitungan total nasional kan ada ekses tapi kita tahu ada musim tanam dan musim di luar tanam. Kita tidak mungkin ekspor saat musim tanam,” kata Rahmad.

Ia menambahkan, kondisi ini sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk di tingkat regional.

“Ini membuktikan resiliensi Indonesia di tengah gejolak global. Di sektor industri pupuk, kita tidak rentan, justru bisa mengambil peran membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk,” tambahnya.

Saat ini, stok pupuk nasional tercatat sekitar 1,2 juta ton, dengan tambahan produksi harian mencapai 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Pemerintah memastikan ketersediaan tersebut sangat mencukupi untuk mendukung sektor pertanian nasional sekaligus membuka peluang ekspor.

 “Saat ini (stok pupuk) 1,2 juta ton, ditambah produksi harian sekitar 25.000 ton urea dan 15.000 ton NPK. Jadi sangat cukup,” ujar Rahmad.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
World Bank dan S&P Puas dengan Strategi Fiskal Indonesia? Begini Kata Menkeu Purbaya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Yusril Soroti Skema Penanganan Kasus Koneksitas Sipil-Militer
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Jatim Ungkap Dugaan Beras SPHP Oplosan, Warga Probolinggo Jadi Tersangka
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Motor Listrik Bisa Tempuh Jarak Lebih Dari 300 KM
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Mendagri Minta Pemda Percepat Data Huntap Sumatera
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.