Depok, ERANASIONAL.COM – Perhelatan Lebaran Depok 2026 kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok. Namun di balik kemeriahan pesta rakyat tersebut, panitia menegaskan bahwa pembiayaan acara sebagian besar tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketua Panitia Lebaran Depok, H. Hamzah, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan budaya tahunan ini didominasi oleh dukungan pihak swasta melalui sponsor. Ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak muncul persepsi pemborosan anggaran pemerintah.
“Perlu diluruskan, supaya tidak terkesan foya-foya menggunakan APBD. Sebagian besar anggaran berasal dari sponsor. Kalau tidak salah, hanya sekitar Rp200 juta yang menggunakan APBD, itu pun khusus untuk kegiatan yang bersifat kebudayaan,” ujar Hamzah saat ditemui di Kantor PWI Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/4/2026).
Lebaran Depok sendiri merupakan tradisi budaya khas Betawi Depok yang telah memasuki penyelenggaraan ke-8.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal yang sarat nilai gotong royong dan kebersamaan.
Rangkaian acara akan digelar pada 5–9 Mei 2026 di sejumlah titik, seperti Alun-Alun Timur Grand Depok City, Tapos, Cipayung, dan Sawangan.
Beragam tradisi khas seperti Ngubek Empang, Ngaduk Dodol, hingga Cuci Parabot akan ditampilkan, serta dimeriahkan oleh sejumlah hiburan musik.
Selain itu, panitia juga tengah mendorong agar Lebaran Depok dapat diusulkan sebagai warisan budaya tak benda.
Menurut Hamzah, kekuatan utama tradisi ini terletak pada nilai historis dan kebiasaan masyarakat Depok tempo dulu yang masih terjaga hingga kini.
Dengan konsep kolaborasi antara pemerintah dan swasta, diharapkan perayaan ini tetap berlangsung meriah tanpa memberikan beban signifikan terhadap keuangan daerah. (SF)





