Film "Ghost in the Cell" Karya Joko Anwar Hadirkan Horor Komedi Sarat Kritik Sosial

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sutradara Joko Anwar merilis film ke-12 berjudul "Ghost in the Cell" yang menawarkan perpaduan horor dan komedi dengan muatan kritik sosial, serta telah tayang perdana di ajang Berlinale ke-76 di Jerman pada Februari 2026.

Film ini mengangkat isu pembalakan liar hutan sejak 2017 yang dinilai menjadi ancaman serius bagi kehidupan masyarakat, sekaligus merefleksikan kondisi sosial yang dinilai semakin kompleks hingga 2025.

Joko Anwar menjelaskan bahwa cerita tersebut telah ditulis sejak 2018 dan sempat disimpan karena berharap kondisi membaik, namun realitas justru menunjukkan sebaliknya.

Kritik Sosial dalam Balutan Horor dan Komedi

Film "Ghost in the Cell" berlatar di penjara fiktif Labuhan Angsana yang menggambarkan ketimpangan sistem, di mana narapidana kaya mendapatkan fasilitas mewah, sementara penghuni lain hidup dalam keterbatasan.

Penjara tersebut menjadi metafora kondisi negara, dengan narapidana mewakili masyarakat yang terjebak dalam sistem yang tidak adil.

Uniknya, Joko Anwar memasukkan unsur komedi di tengah adegan horor dan aksi untuk menciptakan pengalaman menonton yang berbeda dan tetap menghibur.

Visual hantu dengan lubang di tubuh yang memicu trypophobia digunakan sebagai simbol, di mana dari lubang tersebut justru muncul bunga sebagai tanda harapan.

Inspirasi Jurnalisme dan Pesan Moral

Karakter utama Dimas digambarkan sebagai jurnalis investigasi yang terinspirasi dari pengalaman pribadi Joko Anwar saat bekerja di media.

“Dunia jurnalisme dalam film menjadi cermin dari pengalaman pribadi Joko Anwar,” demikian disampaikan dalam ulasan film tersebut.

Makhluk hantu dalam film digambarkan sebagai manifestasi dari kerusakan alam akibat ulah manusia, sekaligus menjadi simbol bahwa “monster” lahir dari tindakan manusia sendiri.

Film ini juga menampilkan 412 pemain dan melibatkan enam ilustrator untuk menciptakan visual kematian yang artistik.

Dengan klasifikasi usia 17+, film ini menggabungkan adegan intens dengan komedi segar, sekaligus mengajak penonton merenungkan kondisi sosial dan lingkungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertentangan dengan Klaim Trump, China Disebut Bersiap Kirim Sistem Pertahanan Udara ke Iran
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Kantongi ISO 21001:2018, Poltekpar Makassar Tingkatkan Standar Pendidikan Vokasi
• 11 jam laluterkini.id
thumb
KAI Ingatkan Bahaya Jalur Rel dan Ancaman Pidana bagi Pelanggar
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemensos-BPS Terus Sempurnakan DTSEN: Desil Dibagi Tingkat Nasional dan Daerah
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Alasan Manajemen Persib Berani Kontrak Lebih Mahal Bojan Hodak Dibanding Pelatih Timnas John Herdman
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.