Asal-usul Hajar Aswad Dikaji Secara Sains, Ilmuwan Ungkap Faktanya

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Hajar Aswad berwarna hitam kecil-kecil. (Dok: Twitter/@ReasahAlharmain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak zaman Nabi Ibrahim, batu Hajar Aswad disebut sudah ada. Batu itu menjadi salah satu simbol kuat dalam dunia Islam.

Bahkan, Hajar Aswad diyakini sebagai batu yang berasal dari surga. Para ilmuwan lantas mencoba mengungkapkan secara sains lewat pengkategorian dan asal usul batu tersebut.

Sejumlah ahli berpendapat Hajar Aswad masuk sebagai batu meteor atau meteorit. Kesimpulan ini mengacu kisah batuan tersebut yang berasal dari surga.


Belum lagi fakta sejarah yang menyebutkan adanya jejak-jejak meteorit dekat Ka'bah, tempat Hajar Aswad berada.

Pilihan Redaksi
  • 12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China
  • Pulang Haji Bawa Uang Lebih dari Rp 100 Juta, Wajib Lapor Bea Cukai!

Selain itu, E. Thomsen dalam studi "New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba" (1980) mengatakan peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kemudian disebut Wabar pada 1932.

Kawah itu kemudian diukur. Dilaporkan berukuran lebih dari 100 meter, dan beberapa pecahannya ditemukan berada di sekitar kawah dan gurun.

Pecahannya terebntuk dari lebutan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Thompson mengatakan campuran itu akan menampilkan warna putih pada lapisan di dalamnya, bagian luarnya terbungkus dengan cangkang hitam.

Warna hitam pada batuan berasal dari nikel yang didapatkan dari ledakan Nikel serta Ferum (besir) di luar angkasa.

Thomsen juga mengatakan ciri-ciri pecahannya sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Warna putih yang dipancarkan dari Hajar Aswad kemungkinan dari paparan bagian inti campuran zat kimia itu,

Lapisan warna putih tidak akan tahan lama dan membuatnya berada di bagian bawah lapisan hitam. Jadi pada akhirnya memang hanya tersisa batu dengan warna hitam saja.

Hajar Aswad sendiri digambar berwarna putih dan kemudian berubah menjadi hitam karena menyerap dosa manusia.

Sementara itu, bintik putih pada Hajar Aswad adalah sisa kaca dan batu pasir. "Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad," tulis Thomsen.

Pada penelitian lain mencoba menjelaskan usia batuan itu. Disebutkan usianya sama dengan jangkauan pengamatan Arab kuno, dan kemungkinan dibawa ke Makkah lewat Oman.

Namun teori Hajar Aswad adalah meteor juga punya kelemahan. Karena batu meteor tidak mengapung, tidak pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Cara AI Bikin Tata Kelola Data Bank -Telco Makin Canggih

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Kunjungan Paus Leo XIV ke Afrika
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Shin Tae-yong Beberkan VO2 Max Pemain Timnas Indonesia Setara Bocah SD
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Panglima TNI: Satu Prajurit UNIFIL Dipulangkan ke RI untuk Perawatan
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Lawan Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 Masih Belum Diumumkan, Tunggu Hitam di Atas Putih Dulu
• 6 jam lalubola.com
thumb
Catat! Ini Tanggal Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 14 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.