Kemlu: Israel Terus Serang Lebanon, 934 WNI Aman

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengakui bahwa masih ada laporan serangan Israel terhadap Lebanon. Tapi, 934 Warga Negara Indonesia (WNI) yang mayoritas berada di Beirut dinyatakan aman.

Hal itu disampaikan Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam press briefing di kantor Kemlu RI, Kamis (16/4).

Heni mengungkapkan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan secara ketat demi menjamin keselamatan para WNI.

"Memang Israel terus menyerang Lebanon dan tentunya KBRI kita di Lebanon terus memantau keberadaan WNI kita," ujarnya.

Ia merinci jumlah WNI di Lebanon mayoritas merupakan prajurit pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

"Jumlah WNI kita di Lebanon 934 orang, 756 di antaranya adalah TNI yang di UNIFIL. Jadi yang sipil ini ada 178 orang, terdiri dari pelajar, PMI, dan WNI yang menikah dengan warga setempat," ujar Heni.

Heni menyebut pihaknya terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Beirut dan memastikan keamanan mereka.

"Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Lebanon dalam keadaan aman," katanya.

Heni juga menyatakan bahwa Kemlu siap untuk mengevakuasi WNI dari Lebanon menyusul meningkatnya intensitas serangan Israel di wilayah tersebut.

Selain menyiapkan rencana kontingensi, pemerintah Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban atas serangan yang menewaskan dan melukai prajurit TNI anggota UNIFIL.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menambahkan Indonesia meminta investigasi menyeluruh usai menerima laporan awal dari PBB terkait gugurnya tiga TNI di Lebanon.

"Posisi Indonesia tidak berubah, intinya kita memang meminta, menuntut agar investigasi ini dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh, dan tentunya memastikan agar semua pihak yang ada, yang terlibat, itu untuk bertanggung jawab," tegas Nabyl.

Dalam kesempatan yang sama, Nabyl menyatakan pemerintah Indonesia menuntut adanya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami meminta agar mencegah kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang. Komitmen kita tetap tidak berubah dalam misi perdamaian dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan," tegasnya.

Ia menekankan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia tetap teguh, namun perlindungan terhadap personel di lapangan adalah prioritas utama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Kembali Merah di Penutupan, Saham-saham Ini Terpantau Turun Harga
• 7 jam laludisway.id
thumb
717 Jemaah Haji Asal Banjarmasin Resmi Dilepas, Berangkat 23 April
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Hyundai Ungkap Belum Ada Recall Palisade di Indonesia, Masih Aman dari Masalah Kursi Otomatis
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
PP GPA Apresiasi MoU Polri dan Komdigi dalam Penanganan Kejahatan Digital
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Nonton Live Streaming Piala AFF U-17 2026: Indonesia Vs Malaysia, di Vidio
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.