Grid.ID – Pemandangan berbeda terlihat dari sosok Ammar Zoni saat menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/4/2024). Aktor yang biasanya tampil rapi dan bugar itu kini tampak lesu, pucat, dan seolah kehilangan semangat.
Kondisi fisik Ammar yang kian kurus dan tak terurus ini memicu spekulasi, apakah ini dampak dari absennya dukungan Dokter Kamelia di sisinya? Seperti diketahui, sejak sidang pertama digelar Dokter Kamelia tak pernah absen memberikan dukungan untuk duda 2 anak tersebut.
Namun dalam sidang beragendakan duplik ini, Dokter Kamelia tak terlihat hadir di dalam ruang sidang.
Selama persidangan, wajah Ammar Zoni terlihat tidak bersemangat seperti biasanya. Matanya juga tampak lelah, penampilannya dengan kemeja putih terlihat sedikit berantakan.
Sang adik, Aditya Zoni, tidak menampik bahwa kakaknya kini memang tidak memiliki kesempatan untuk merawat penampilan seperti sedia kala.
"Kalau ditanya merawat diri, ya merawatnya bagaimana ya? Soalnya kan Bang Ammar di lapas narkotik Cipinang juga ditempatkan di high risk. Jadi memang tempatnya itu tidak seperti biasa. Untuk merawat diri pun pastinya sulit di sana," ungkap Aditya Zoni saat ditemui usai sidang.
Aditya juga menambahkan bahwa kondisi psikis Ammar sedang di titik terendah karena tekanan menjelang putusan hakim pekan depan.
"Mungkin dia tertekan karena pastilah deg-degan, seminggu lagi itu akan ada putusan. Kelihatan pucet kali ya? Iya, memang dilemahkan kali ya dia. Mungkin juga karena puasa," tambahnya.
Misteri Hubungan dengan Dokter Kamelia
Salah satu yang menjadi sorotan adalah hilangnya sosok Dokter Kamelia yang sebelumnya santer dikabarkan dekat dan memberikan dukungan medis maupun personal bagi Ammar. Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan sang dokter dan status hubungan mereka, Aditya Zoni memberikan jawaban yang penuh teka-teki.
"Kalau masalah hubungan antara Bang Ammar dan dokter, di sini aku no comment karena aku tidak fokus ke hubungannya. Aku juga tidak tahu-menahu bagaimana sebetulnya, itu urusan mereka berdua," tegas Aditya.
Namun, sinyal keretakan hubungan tersebut semakin menguat saat Aditya mengaku telah mengambil barang-barang milik Ammar yang sebelumnya dititipkan di rumah sang dokter.
"Barang-barang Bang Ammar itu kebanyakannya di rumah saya, cuma sebagian kecil aja di rumah dokter. Sekarang mau saya ambil lagi, kayak sepatu, tas, baju. Ya enggak enak lah, seharusnya adiknya dong (yang pegang)," jelas Aditya.
Trauma Nusa Kambangan dan Harapan Keluarga
Selain faktor asmara dan perawatan diri, penyebab utama kegelisahan Ammar adalah ketakutan luar biasa jika harus dikembalikan ke Lapas Nusa Kambangan. Aditya menyebut kakaknya mengalami trauma berat selama mendekam di lapas high risk tersebut.
"Dia sendiri curhat sama saya kalau dia tidak mau lagi dibalikkan ke NK (Nusa Kambangan). Dia sudah betul-betul kapok dan betul-betul trauma karena berada di sana. Itu kan top tier-nya lapas," kata Aditya.
Sebagai bentuk dukungan, keluarga kini menjadi satu-satunya sandaran bagi Ammar. Aditya rutin menjenguk sang kakak ke Cipinang setiap minggu dan membawakan makanan kesukaannya untuk membangkitkan semangat.
"Tadi kita bawain kesukaannya dia, belut balado yang uwaknya buat. Kita cuma bisa terus kasih support supaya dia bisa menghadapi putusan minggu depan. Harapan kami cuma satu: kalau memang dihukum, hukum lah seringan-ringannya karena Bang Ammar ini pecandu yang harus diobati," tutupnya.(*)
Artikel Asli




