Akademisi dorong penguatan kontra intelijen nasional

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dosen Program Studi Kajian Ketahanan Nasional (PKN) Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia Dr. Stanislaus Riyanta mendorong penguatan kontra intelijen nasional guna menghadapi potensi ancaman asing.

“Membangun suatu badan kontra intelijen sangat penting untuk mencegah ancaman-ancaman,” kata Stanislaus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Intelijen Tata Kelola Intelijen dalam Menghadapi Ketidakpastian Geopolitk dan Ancaman Asimetris yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, di Gedung IASTH, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta.

Baca juga: Indonesia di bawah bayang operasi intelijen modern

Ia menjelaskan, ancaman dari pihak asing muncul ketika terdapat kerentanan sistem keamanan di dalam negeri dan adanya daya tarik strategis suatu negara.

Menurut dia, Indonesia tidak dapat menghilangkan faktor daya tarik, sehingga langkah yang paling realistis adalah memperkuat sistem pengamanan, termasuk melalui penguatan fungsi kontra intelijen.

Stanislaus menilai saat ini fungsi kontra intelijen di Indonesia masih tersebar di sejumlah lembaga, seperti di Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, namun belum terintegrasi dalam suatu badan khusus.

“Di BIN ada Deputi Kontra Intelijen, di BAIS juga ada. Tinggal dikuatkan lagi perannya supaya mampu mencegah ancaman,” ujarnya.

Baca juga: Anggota DPR: Timwas Intelijen DPR bisa dalami kasus penyiraman

Ia menambahkan, penguatan kontra intelijen menjadi penting di tengah dinamika global dan meningkatnya aktivitas intelijen asing, yang menurutnya telah terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan strategis seperti Bali.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas deteksi dan pencegahan dini sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan nasional dari ancaman non-konvensional.

“Yang paling penting adalah kita meningkatkan sistem keamanan,” kata dia.

Stanislaus berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembentukan atau penguatan kelembagaan kontra intelijen secara lebih komprehensif, sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional.

Baca juga: TNI perkuat pengamanan dan intelijen pasca kontak tembak di Maybrat


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Beberkan Tiga Faktor Kunci Ketahanan Ekonomi
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Satpol PP Surabaya Jaring 20 Pelaku Vandalisme Sejak Januari 2026
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Rakyat dalam Jebakan Populisme
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Wamentan: Empat negara jalin komunikasi untuk impor pupuk urea dari RI
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.