Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin importir kedelai yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah kenaikan harga komoditas tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat kunjungan kerja di Desa Banyu Urip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis, 16 April 2026.
Ia menegaskan pemerintah telah memberikan peringatan kepada para importir agar tidak menaikkan harga di luar kesepakatan.
"Kami sudah minta kepada importir jangan naikkan harga semena-mena. Sudah ada kesepakatan. Kalau saya dapati ada yang menaikkan harga secara tidak wajar, menzalimi masyarakat yang membutuhkan kedelai, izinnya akan saya cabut dan tidak saya berikan untuk tahun depan," ungkapnya.
Harga Kedelai Melonjak Sejak Awal PuasaKenaikan harga kedelai mulai dirasakan sejak awal puasa dengan harga saat ini mencapai sekitar Rp11.500 per kilogram.
Harga tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp9.000 per kilogram.
Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku usaha berbahan baku kedelai seperti perajin tahu dan tempe.
Pemerintah disebut telah melakukan koordinasi dengan importir guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasaran.
Pemerintah Tunggu Bukti PelanggaranAmran menyebut pihaknya masih menunggu bukti pelanggaran yang dilakukan oleh importir sebelum mengambil tindakan tegas.
"Kalau ada pelakunya, baru saya cabut izinnya," tegasnya.
Kementerian Pertanian menyatakan akan terus memantau pergerakan harga di lapangan dan tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pihak yang terbukti melanggar.
Langkah ini dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat serta memastikan pelaku usaha mematuhi kesepakatan yang telah ditetapkan.




