Pakar Dorong Penguatan Kontra Intelijen Nasional

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pakar yang juga Dosen Program Studi Kajian Ketahanan Nasional (PKN) Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta, mendorong penguatan kontra intelijen nasional. Hal ini, guna menghadapi potensi ancaman asing.

“Membangun suatu badan kontra intelijen sangat penting untuk mencegah ancaman-ancaman,” kata Stanislaus dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 16 April 2026.

Baca Juga :

Intelijen Iran Tangkap Empat Mata-mata Mossad dan Bongkar Jaringan Teror
Hal itu disampaikannya dalam Seminar Intelijen Tata Kelola Intelijen dalam Menghadapi Ketidakpastian Geopolitik dan Ancaman Asimetris yang digelar oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, di Gedung IASTH, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta. Stanislaus menjelaskan, ancaman dari pihak asing muncul ketika terdapat kerentanan sistem keamanan di dalam negeri dan adanya daya tarik strategis suatu negara.

Menurut dia, Indonesia tidak dapat menghilangkan faktor daya tarik. Sehingga, langkah yang paling realistis adalah memperkuat sistem pengamanan, termasuk melalui penguatan fungsi kontra intelijen.

Stanislaus menilai saat ini fungsi kontra intelijen di Indonesia masih tersebar di sejumlah lembaga, seperti di Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Namun, belum terintegrasi dalam suatu badan khusus.

“Di BIN ada Deputi Kontra Intelijen, di BAIS juga ada. Tinggal dikuatkan lagi perannya supaya mampu mencegah ancaman,” ujar pakar militer dan intelijen dari UI itu.

Pengamat intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta. MI/M Irfan.

Ia menambahkan, penguatan kontra intelijen menjadi penting di tengah dinamika global dan meningkatnya aktivitas intelijen asing, yang menurutnya terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan strategis seperti Bali. Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas deteksi dan pencegahan dini sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan nasional dari ancaman non-konvensional.

“Yang paling penting adalah kita meningkatkan sistem keamanan,” kata Stanislaus.

Stanislaus berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembentukan atau penguatan kelembagaan kontra intelijen secara lebih komprehensif, sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Tengah Modernisasi, Mahasiswa UBSI Ajak Siswa SD Cintai Budaya Lokal
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ikan Sapu-Sapu Diburu Besar-Besaran oleh Pramono
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gus Ipul Ajak Kades dan Pendamping PKH NTB Benahi Data, Putus Rantai Kemiskinan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Avenged Sevenfold Gelar Konser di JIS pada 10 Oktober 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Efisiensi BBM, TNI AL Akan Kerahkan Drone dan Kapal Selam Otonom untuk Patroli Laut
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.