JAKARTA, KOMPAS.com - PT Karya Cipta Nusantara (KCN) membantah dugaan bahwa pendangkalan yang terjadi di kawasan Muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara disebabkan oleh proyek reklamasi yang tengah mereka kerjakan.
Tim Humas PT KCN mengatakan, pembangunan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda yang dilakukan KCN tidak masuk dalam wilayah perairan nelayan.
"Sesuai zonasi Kementerian Perhubungan, pembangunan (yang dilakukan) PT KCN tidak masuk ke dalam perairan nelayan," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Ikut Tawuran Terencana di Babelan Bekasi, 1 Remaja Terluka Parah
Mereka menjelaskan, pihak PT KCN juga telah memasang sheet pile untuk menghindari sedimentasi selama proyek pengerjaan.
"Tidak ada sedimentasi, kami membangun dengan sheet pile yang dibangun untuk mengantisipasi sedimentasi," ungkapnya.
Sheet pile yang dimaksud merupakan struktur beton di laut yang sempat menjadi sorotan publik pada 2025.
"Pembangunan dermaga PT KCN menggunakan sheet pile untuk menghindari sedimen, sebagaimana sheet pile yang pada waktu lalu di isukan sebagai tanggul beton," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah nelayan di muara Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, menggelar parade kapal sebagai bentuk protes terhadap pembangunan di sekitar muara, Selasa (14/4/2026) sore.
Proyek yang menjadi sasaran protes adalah pembangunan New Priok Eastern Access (NPEA) dan reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda.
Baca juga: Sudin KPKP Jaksel Akan Musnahkan Ikan Sapu-sapu dengan Cara Dibelah dan Dikubur
Edi Kurniawan (35), salah satu nelayan yang mengikuti aksi, mengatakan bahwa parade kapal ini merupakan bentuk aspirasi untuk meminta kejelasan terkait proyek yang sedang berjalan.
"Kejelasan apa yang mau dibuat di sana dan kita cuma minta jalan, akses jalan yang emang nggak layak buat para nelayan sambil berjalan gitu," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi, Selasa.
Namun, mereka mengaku belum pernah mendapatkan penjelasan mengenai reklamasi Dermaga Pier 3 Marunda dari PT Karya Citra Nusantara (KCN).
"Sebenarnya kita sudah dapat sosialisasi itu dari pihak Pelindo. Tapi Pelindo pun sudah sampaikan ke kita, kita tahu programnya seperti apa. Tapi yang kita nggak tahu itu dari pihak KCN. KCN nggak ada sosialisasi ke kita, terus tahu-tahu sudah jadi," ungkapnya.
Ia menambahkan, nelayan kaget karena reklamasi yang dilakukan disebut telah mengganggu akses melaut.
"Hari Jumat ketemu Sabtu itu, itu sudah rata sampai ujung, jadi kita nggak bisa lewat di sebelah sini. Bisa lewat cuma kayaknya lebih berbahaya karena mungkin sebelahnya pasir, jadi takut ada batu yang gede, lebih gede lagi terus bisa kena perahu," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




