Industri Pindang Didorong Naik Kelas, Bidik Pasar Global

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkumpulan Pengolah Ikan Pindang (PPIP) mematok strategi ekspansi dan peningkatan daya saing industri pindang nasional di tengah tekanan biaya produksi dan dinamika ekonomi global.

Ketua Umum PPIP Harito menyatakan, organisasi akan mendorong transformasi industri dari pola tradisional menuju pengolahan yang lebih modern dan berstandar, sebagai bagian dari upaya menembus pasar yang lebih luas, termasuk internasional.

“Ikan pindang ke depan tidak hanya dikenal sebagai produk tradisional. Kami dorong inovasi teknologi agar bisa bersaing hingga pasar global,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Untuk mendukung target tersebut, PPIP menekankan penguatan kualitas produk serta peningkatan efisiensi proses produksi melalui adopsi teknologi pengolahan yang lebih maju.

Di sisi lain, pelaku usaha pindang masih menghadapi sejumlah tantangan struktural, terutama dari sisi hulu hingga hilir rantai pasok yang belum optimal. Ketersediaan bahan baku, biaya operasional, hingga distribusi menjadi faktor yang memengaruhi daya saing industri.

Harito menilai dukungan pemerintah, khususnya dalam aspek permodalan dan penguatan ekosistem produksi, menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha.

“Sinergi dari hulu ke hilir perlu diperkuat, termasuk dukungan pembiayaan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan bakar dan bahan penunjang operasional kapal, yang berdampak langsung pada harga bahan baku ikan.

Kondisi tersebut dinilai semakin menantang di tengah ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi stabilitas biaya produksi.

Baca Juga: Industri TPT Jadi Pilar Ekonomi, Surplus dan Lapangan Kerja Meningkat

Baca Juga: Indonesia Perkuat Posisi Global dengan Pertumbuhan Konsisten Industri Baja

Baca Juga: Harga Plastik Naik, Industri Didorong Bangun Ketahanan di Tengah Tekanan Global

Sementara itu, Penasehat PPIP M. Zulficar Mochtar menekankan pentingnya konsolidasi pelaku usaha untuk memperkuat struktur industri, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha dari skala tradisional menuju skala yang lebih kompetitif.

Menurutnya, pemetaan kemampuan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk mendorong kolaborasi dan percepatan peningkatan kapasitas industri secara menyeluruh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 untuk Lawan Malaysia di Piala AFF U-17 2026: Kans Garuda Muda Pesta Gol Lagi
• 16 jam lalubola.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Letusan Tertinggi Capai 1.200 Meter
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Del Pedro Jadi Ujian Implementasi KUHAP Baru
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Siswa Tenteng 5 Senpi Lepaskan Tembakan di Sekolah Turki, 9 Orang Tewas
• 14 jam laludetik.com
thumb
Wregas Bhanuteja Spill Biaya Fantastis Para Perasuk, Libatkan 1.000 Ekstras
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.