Kelakuan AS-Israel Disorot Rusia, Awas Ancaman Operasi Darat ke Iran

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Tentara Amerika Ada di Mana-Mana, di Negara Ini Paling Banyak/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Keamanan Rusia memperingatkan potensi operasi darat oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Peringatan itu muncul di tengah berlangsungnya negosiasi antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataan resminya, badan yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin itu menilai pembicaraan damai bisa dimanfaatkan sebagai celah untuk menyiapkan langkah militer.

"AS dan Israel dapat menggunakan pembicaraan damai untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut, Selasa waktu setempat, seperti dikutip RT.


Pilihan Redaksi
  • Bank Dunia Warning, "Kiamat" Baru Akan Datang karena AS-Iran
  • AS Ngamuk! Berhari-hari Serang Kapal di Sini, Korban Jiwa Berjatuhan
  • 12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China

Peringatan ini muncul seiring laporan bahwa Pentagon terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, meskipun jalur diplomasi masih dibuka. Rusia menilai penguatan pasukan tersebut menjadi indikator adanya skenario eskalasi konflik.

Sebelumnya, putaran pertama negosiasi antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Pihak Teheran menyalahkan kegagalan itu pada "tuntutan yang tidak realistis" dari Washington, namun tetap membuka peluang dialog lanjutan.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut pembicaraan berikutnya bisa kembali digelar dalam waktu dekat. Ia juga memberi sinyal tidak akan memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang akan berakhir pada 22 April.

"Konflik ini bisa berakhir dengan cara apa pun, tetapi saya pikir kesepakatan lebih baik," ujar Trump dalam wawancara dengan ABC News.

Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang terjadi saat negosiasi terkait program nuklir masih berlangsung. Sebelumnya, Israel juga sempat menyerang fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu, memicu konflik bersenjata selama 12 hari.

Dewan Keamanan Rusia memperingatkan, jika negosiasi kembali gagal, eskalasi militer berpotensi meningkat signifikan dalam waktu singkat.

"Jika negosiasi gagal mencapai tujuan yang dimaksud, permusuhan dapat berlanjut dengan intensitas yang lebih besar setelah dua minggu," lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan lebih memilih penyelesaian permanen dibanding sekadar perpanjangan gencatan senjata. Teheran menuntut jaminan keamanan, pencabutan sanksi, serta hak untuk melanjutkan pengayaan uranium untuk tujuan damai.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan memperingatkan kesiapan negaranya menghadapi kemungkinan invasi darat.

"Iran siap menghadapi serangan darat dan akan menghujani mereka dengan tembakan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan ragu membalas dengan menyerang infrastruktur energi di negara-negara Teluk jika konflik meluas.

Rusia menilai, meski tekanan meningkat, kondisi internal Iran tetap stabil. Pemerintah dan militer disebut masih solid, dengan dukungan publik yang menguat sejak serangan terakhir satu setengah bulan lalu.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Presiden RI Sedih Lihat Bangunan Mangkrak - As-Iran Bakal Negosiasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayern Singkirkan Madrid di Perempat Final Liga Champions Lewat Laga Epik yang Dramatis
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Drawing Piala Asia 2027 pada 9 Mei 2026 di Riyadh: Timnas Indonesia di Pot 4, Bisa Segrup dengan Jepang, Iran, Thailand, hingga Vietnam
• 13 jam lalubola.com
thumb
Kemen PPPA Kecam Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa Fakultas Hukum UI
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Klasemen BCL Asia-East: Bungkam Hi-Tech, Dewa United Banten Kokoh di Puncak Grup A
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Stok Avtur di Eropa Sisa 6 Pekan, Sejumlah Penerbangan Terancam Batal
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.