Kemensos-BPS Sempurnakan DTSEN, Desil Dibagi Tingkat Nasional & Daerah

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan konsolidasi terkait pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pasalnya, data bersifat dinamis dan harus terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Memang data ini dinamis, kita sesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Ada satu hal yang perlu disampaikan bahwa Desil itu ada yang untuk tingkat nasional, ada pendesilan tingkat regional, dan ada tingkat kabupaten/kota," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Hal ini disampaikannya Gus Ipul usai konsolidasi bersama Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti yang juga dihadiri insan pers di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026) malam.

Gus Ipul mengungkapkan perangkingan Desil yang terbagi ke dalam tingkat nasional, regional (provinsi), dan kabupaten/kota, perlu dipahami dengan baik dan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan program.

"Untuk itu, ini perlu dipahami oleh kita semuanya khususnya untuk daerah, supaya bantuan-bantuan yang dilakukan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah itu bisa lebih tepat sasaran," kata Gus Ipul.

Baca juga: Berdayakan Petani Porang NTB, Kemensos Gandeng Multipihak

Gus Ipul menegaskan Kemensos terus melakukan upaya konsolidasi data dalam rangka menghadirkan data yang akurat. Selain BPS, kata dia, pemerintah daerah pun turut berperan dalam proses pemutakhiran data.

"Mulai banyak daerah-daerah yang menyadari betapa pentingnya data-data dari daerah itu untuk bisa dikonsolidasikan dengan BPS. Ini tentu menjadi satu langkah-langkah yang lebih konkret dalam menghadirkan data yang lebih akurat," ungkapnya.

Untuk proses pemutakhiran DTSEN pada triwulan ke-2 tahun ini, Gus Ipul menegaskan proses pemutakhiran data bisa dilakukan lebih cepat dari triwulan sebelumnya. Pencapaian ini tentunya tak lepas dari kerja sama Kemensos dan BPS.

"Sebelumnya, biasanya BPS menyerahkan tanggal 20, kini alhamdulillah terima kasih Ibu Kepala BPS, bisa menyerahkan di tanggal 10, awal penyaluran setiap triwulannya. Ini saya berterima kasih, karena dengan begitu penyaluran bisa kita lakukan lebih cepat," kata Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pihaknya dapat mempercepat proses pemutakhiran 10 hari lebih cepat. Hal ini tak lepas dari kolaborasi erat dengan Kemensos juga Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Temui Wamensos, Bupati Aceh Tamiang Berterimakasih Atas Bantuan Pemerintah

"Jadi artinya kolaborasi dengan Pak Mensos adalah ground check yang lebih cepat, kemudian dengan Dukcapil, proses rekonsiliasi dengan Dukcapil juga lebih cepat dan lebih tanggap, sehingga kita bisa mempercepat proses pemutakhirannya," kata Amalia.

Lebih lanjut, Amalia menjelaskan pembagian tingkat Desil dikarenakan terdapat perbedaan peringkat desil pada data nasional, regional (provinsi), dan kabupaten/kota.

"Artinya dalam satu provinsi diurutkan di provinsi itu saja. Sehingga kalau orang yang secara nasional, dia adalah misalnya desil 6, kalau dia di dalam kota yang kaya banget, kalau secara nasional desil 6, di daerah yang kaya banget, semua kaya, bisa saja dia desilnya 4 atau 3," jelasnya.

Ia berharap melalui perangkingan Desil ini, program bantuan atau intervensi kebijakan yang menggunakan APBN, bisa menggunakan Desil nasional. Sementara ketika pemerintah daerah ingin melakukan intervensi menggunakan APBD, lanjut dia, maka menggunakan Desil provinsi.

"Kemudian menentukan desil mana yang layak diintervensi oleh APBD adalah kebijakan masing-masing daerah," pungkas Amalia.



Simak Video "Video: Mensos Ungkap 869 Ribu Peserta PBI-JK Sudah Aktif Lagi"

(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Minta Jaminan Sidang Kasus Andrie Yunus Transparan, Bukan Sekadar Formalitas
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Grup Chat-nya Viral, 16 Mahasiswa FH UI Diskors hingga 30 Mei 2026: Tidak Dibolehkan Kuliah hingga Bimbingan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Utang RI ke China Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, AS Ditinggal?
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terpopuler: Wuling Binguo Rp100 Jutaan, Motor Baru Honda, Mobil Bekas Naik Kelas
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
BBW Jakarta 2026 Kembali Hadir Selama 5 Hari 24 Jam Nonsetop
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.