Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat proyek monumen arsitektur untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengumumkan proyek ini dinamakan United States Triumphal Arch (Gerbang Kemenangan Amerika Serikat).
"Presiden Trump akan mengajukan rancangan untuk United States Triumphal Arch," ujar Leavitt di hadapan para wartawan.
Leavitt menambahkan monumen ini nantinya akan menjulang setinggi 250 kaki (sekitar 76,2 meter) sebagai simbolisasi angka "penghormatan untuk 250 tahun".
Dengan tinggi yang fantastis tersebut, ditambah keberadaan patung emas raksasa Lady Liberty di puncaknya, monumen ini akan mengalahkan monumental di Paris, Arc de Triomphe yang hanya memiliki tinggi 164 kaki.
Selain itu juga akan menggeser posisi Monumento a la Revolución di Mexico City dan Arch of Triumph di Pyongyang, Korea Utara.
Meski demikian, langkah Trump ini bukan tanpa sorotan dan kritik, proyek ini merupakan satu dari beberapa megaproyek arsitektur yang diinisiasi Trump, termasuk pembangunan ballroom raksasa di Gedung Putih dan renovasi Kennedy Center.
Bangunan beraksen emas yang posisinya akan jauh menjulang di atas Lincoln Memorial (yang memiliki tinggi 99 kaki) tersebut, dinilai oleh para kritikus sekadar sebagai monumen untuk memuaskan vanitas Trump yang kini berusia 79 tahun.
Terkait pendanaan, ABC News melaporkan bahwa pembangunan monumen akan sebagian didanai oleh uang pajak rakyat. Proyek ini disebut akan menerima dana khusus sebesar 2 juta dolar AS dari Lembaga Pendanaan Nasional AS untuk Kemanusiaan (NEH), dengan skema dana pendamping hingga 13 juta dolar AS untuk setiap donasi yang masuk.
Menepis segala kritik, Leavitt menegaskan bahwa pembangunan gerbang ini murni bertujuan untuk merayakan kebanggaan nasional Amerika Serikat.
"Jauh setelah semua orang di ruangan ini tiada, anak cucu kita akan tetap terinspirasi oleh monumen nasional ini," pungkasnya.





