jpnn.com - JAKARTA – Data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan total jumlah PPPK dan PPPK Paruh Waktu (P3K PW) per 31 Desember 2025 sudah lumayan banyak.
Adapun jumlah PNS dari tahun ke tahun terus menyusut secara alamiah karena sebagian masuk usian pensiun.
BACA JUGA: Banyak ASN Pensiun pada 2027, PPPK Dipastikan Aman
Sementara itu jumlah PNS yang direkrut per tahun tidak sebanyak jumlah yang pensiun.
BACA JUGA: Ribuan PPPK Segera Dapat Perpanjangan Kontrak, tetapi Harus Siapkan 5 Dokumen
Jumlah PNS per 31 Desember 2025. Foto: tangkapan layar Buku Statistik ASN diterbitkan BKN
Bahkan, pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni 2014-2019, diterapkan moratorium penerimaan CPNS.
BACA JUGA: Kebijakan Relaksasi Sumber Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, nih Penjelasan Terbaru Prof Nunuk
Dampaknya, jumlah PNS mengalami pertumbuhan negatif (negative growth).
Beberapa tahun belakangan, formasi ASN yang kosong diisi dengan pengangkatan honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Lantas, honorer yang tidak terakomodasi dalam pengangkatan PPPK dan memenuhi persyaratan, dimasukkan dalam gerbong PPPK Paruh Waktu.
Data resmi BKN menunjukkan, jumlah ASN di Indonesia per 31 Desember 2025 mencapai 6.546.083 orang.
Perinciannya, jumlah PNS 3.557.697 atau 54 persen.
Jumlah PPPK per 31 Desember 2025. Foto: tangkapan layar Buku Statistik ASN diterbitkan BKN
Jumlah PPPK 2.040.965 orang atau 31 persen.
Adapun jumlah PPPK Paruh Waktu 947.421 orang atau 15 persen.
Jika PPPK dan P3K PW digabung, jumlahnya 2.988.386 orang, atau 46 persen. Jumlah gabungan ini sudah mendekati jumlah PNS.
Data tersebut dikutip dari Buku Statistik ASN per 31 Desember 2025 yang diterbitkan BKN.
Buku Statistik ASN tersebut juga mencatat, PNS instansi pusat sebanyak 1.427.423 orang atau 22 persen.
Adapun jumlah PNS instansi daerah mencapai 78 persen, yakni sebanyak 5.118.660.
Disebutkan juga, jumlah PPPK instansi pusat 402.755 orang atau 20 persen.
Jumlah PPPK instansi daerah atau pemda sebanyak 1.638.210 orang atau 80 persen.
Jumlah PPPK Paruh Waktu juga lebih banyak di instansi instansi daerah, yakni 917.841 orang atau 97 persen. Di pusat hanya 3 persen saja, yakni 29.580 orang.
Dari total jumlah ASN tersebut, terbanyak wanita yang mencapai 55 persen, yakni 3.590.142 orang. Pria sebanyak 2.955.941 orang atau 45 persen.
Moratorium CPNS demi Efisiensi AnggaranZudan Arif Fakrulloh, saat belum menjadi Kepala BKN, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah PNS memang sudah dirancang Presiden Jokowi.
Prof Zudan mengatakan hal tersebut dalam kapasitanya sebagai Ketua Umum Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), yang memimpin jajaran Pengurus Pusat KORPRI menghadap Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, 9 Juni 2016.
Pada pertemuan tersebut, kata Prof Zudan, Presiden Jokowi menegaskan mengenai rasionalisasi jumlah PNS alamiah melalui pertumbuhan negatif atau negative growth.
Dikutip dari setkab.go.id, tanggal 9 Juni 2016, Prof Zudan menjelaskan, misal setiap tahun terdapat 300.000 PNS pensiun, maka hanya akan dibuka formasi CPNS baru sebanyak 60.000 atau 100.000 orang.
Dengan skenario seperti itu, maka dalam waktu 4-5 tahun ke depan terhitung sejak 2026, jumlah anggaran negara akan berkurang cukup besar. Dengan demikian, efisiensi bisa dilakukan secara alamiah. (sam/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumlah PPPK & P3K PW 2,98 Juta dari Total ASN, Bakal Dikontrak Terus?
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




