Transaksi QRIS di Indonesia Fantastis

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia tetap menunjukkan tren positif, bahkan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketika berbagai negara menghadapi tekanan ekonomi, aktivitas transaksi domestik Indonesia justru tetap tumbuh, mencerminkan tingkat resiliensi yang tinggi dalam ekosistem ekonomi digital. Salah satu indikatornya terlihat pada periode Lebaran 2026, di mana terjadi aktivitas transaksi yang tetap meningkat.

Baca Juga :
Utang Luar Negeri RI Februari 2026 Naik Jadi US$437,9 Miliar Gegara Ini
BI: IMF dan Investor Global Nilai RI Mampu Seimbangkan Stabilitas dan Pertumbuhan

Dalam hal ini, sebagai salah satu backbone industri pembayaran di Indonesia, PT Alto Network mencatat kenaikan pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tren tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Pada beberapa tahun terakhir, skala transaksi digital berkembang pesat, dengan volume transaksi mencapai ratusan juta hingga miliaran Rupiah per tahun.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan transaksi digital banking tumbuh lebih dari 20–30 persen (YoY), sementara QRIS bahkan melampaui 100 persen pada fase awal adopsi, hal ini menegaskan kontribusinya terhadap ekosistem pembayaran nasional.

Tingginya adopsi pembayaran digital di Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan signifikan transaksi QRIS yang diproses oleh Alto Network, dengan volume transaksi meningkat sebesar 89,56 persen dan nilai transaksi tumbuh 94,18 persen YoY (Maret 2025 dibandingkan Maret 2026).

Kepala Eksekutif Alto Network, Gretel Griselda, mengatakan bahwa meskipun kondisi global menghadirkan berbagai tantangan, ekosistem pembayaran di Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat.

“Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat trend pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Saat ini, kami memproses hingga 30 juta transaksi per hari,” ungkapnya di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Baca Juga :
Gubernur BI Tegaskan Ini ke Invetor Global soal Kebijakan RI atasi Krisis Ekonomi Dunia
3 Langkah Prioritas Bank Sentral hingga Menteri Keuangan Se ASEAN Hadapi Gejolak Ekonomi Global
Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun Jadi US$148,2 Miliar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi Jangka Panjang, AIESEC Indonesia dan Bakrie Center Foundation (BCF) Perkuat Kepemimpinan Generasi Muda
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Geger Wanita Paruh Baya di Tangsel Ditemukan Tewas dalam Rumah
• 10 jam laludetik.com
thumb
5 Tim Masih Berpeluang Juara Super League 2025/2026, Persebaya Terlempar dari Persaingan
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Mobil Damkar di Cianjur Terguling Menuju Lokasi Lebakaran, 3 Petugas Luka-Luka
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bursa Asia Menghijau, Sentimen Damai AS-Iran Bikin Wall Street Kinclong
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.