Banyak yang Tidak Sadar, 5 Kesalahan Investor Pemula saat Krisis Ini Bisa Bikin Rugi Besar!

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil, banyak orang mulai melirik investasi sebagai cara untuk menjaga nilai aset dan mencari peluang keuntungan. Namun, masa krisis justru menjadi periode paling menantang, terutama bagi investor pemula yang belum memiliki pengalaman dan strategi matang. 

Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan investasi yang diambil bisa berujung kerugian besar.

Baca Juga :
Investasi Emas vs Saham saat Krisis, Mana yang Lebih Cuan?
Oleh-oleh dari Washington, Purbaya Klaim S&P Tetap Jaga Rating RI di Triple B (BBB)

Anda perlu memahami bahwa krisis bukan hanya tentang ancaman, tetapi juga peluang. Banyak investor berpengalaman justru mampu meraih keuntungan saat pasar sedang bergejolak. 

Sayangnya, investor pemula sering kali terjebak dalam kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Sebab itu, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja kesalahan fatal yang kerap terjadi agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.

Berikut ini adalah 5 kesalahan fatal investor pemula saat krisis yang wajib Anda hindari, sebagaimana dirangkum Viva pada Jumat, 17 April 2026.

1. Panik dan Menjual Aset di Waktu yang Salah

Salah satu kesalahan paling umum adalah panik saat harga aset turun drastis. Banyak investor pemula langsung menjual asetnya karena takut kerugian semakin besar. Padahal, keputusan ini justru mengunci kerugian tersebut. Dalam banyak kasus, pasar memiliki siklus dan berpotensi pulih setelah krisis mereda. Anda sebaiknya tetap tenang dan mengevaluasi kondisi secara rasional sebelum mengambil keputusan.

2. Tidak Memiliki Rencana Investasi yang Jelas

Berinvestasi tanpa strategi ibarat berjalan tanpa arah. Saat krisis terjadi, investor yang tidak memiliki rencana akan lebih mudah terombang-ambing oleh sentimen pasar. Anda perlu memiliki tujuan investasi, jangka waktu, serta batas toleransi risiko. Dengan perencanaan yang jelas, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih terukur meski kondisi pasar sedang tidak menentu.

3. Mengabaikan Diversifikasi

Menaruh seluruh dana pada satu jenis aset merupakan kesalahan besar, terutama saat krisis. Jika aset tersebut mengalami penurunan tajam, maka seluruh portofolio Anda akan terdampak. Diversifikasi menjadi kunci penting untuk meminimalkan risiko. Anda bisa membagi investasi ke beberapa instrumen seperti saham, emas, atau reksa dana agar risiko lebih tersebar.

4. Terlalu Mengandalkan Informasi yang Belum Terverifikasi

Baca Juga :
Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Bikin Investor AS Lebih Pede Tanam Modal di RI
Purbaya Beri Penjelasan ke Investor AS soal Isu Tak Sedap terkait Investasi di RI
Kepala BGN Bilang Investasi Masyarakat untuk Bangun Dapur MBG Capai Rp54 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Chromebook Dituntut 6-15 Tahun Penjara
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Turun Goceng, Emas Antam Dipatok Rp2.888.000 per Gram pada 16 April 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rapuhnya Integritas Pejabat: Ketua Ombudsman Baru Dilantik, Langsung Tersandung Korupsi
• 44 menit lalukompas.com
thumb
Mau Caplok Anak Usaha Emiten Prajogo, SINI Rights Issue Rp3,6 Triliun
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kenapa Bisa Hamil meski Belum Pakai KB? Ini Penyebab yang Sering Terjadi!
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.