Gabungkan Gaya Fesyen Kontemporer dan Tradisional, “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” Tampilkan Kreasi Busana Wastra Nusantara

tvonenews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Magelang, tvOnenews.com – Dua puluh busana kreasi berbagai wastra Nusantara dipamerkan dalam Media Viewing & Press Conference “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” yang digelar di Mesastila Resort & Spa, Kamis (16/4) sore. Acara ini merupakan rangkaian awal dari pergelaran tunggal desainer Indonesia, Philip Iswardono yang akan dilaksanakan Mei mendatang.

Menjadikan kekayaan budaya dari tujuh daerah di Indonesia sebagai inspirasi, pergelaran busana “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” merupakan suatu upaya untuk merawat warisan budaya. Melalui pendekatan yang memadukan teknik lokal dan sentuhan kontemporer, karya-karya yang ditampilkan diharapkan mampu menjembatani tradisi dengan konteks modern.

Pada Media Viewing & Press Conference, sebanyak dua puluh busana karya Phillip Iswardono ditampilkan sebagai pratinjau yang mengantarkan ke pergelaran utama “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” bulan Mei nanti. Busana-busana yang diperagakan model pada Kamis (16/4) sore di Mesastila Resort & Spa, Magelang itu menunjukkan fase-fase penting dalam perjalanan kreatifnya, mulai dari eksplorasi tekstil tradisional, pemanfaatan material lokal, hingga pengembangan gaya visual yang lebih kontemporer tanpa pernah meninggalkan akar budaya.

Philip mengungkapkan bahwa proses kreatif yang dijalaninya selama berkarier sebagai desainer tidak hanya berbicara tentang estetika, namun juga makna.

“Wastra bagi saya bukan hanya kain, tetapi ruang ingatan dan identitas. Setiap karya adalah bagian dari perjalanan, penuh pencarian, kegelisahan, sekaligus kesetiaan pada nilai,” tuturnya.

Sementara itu, Project Manager Menyuluh Wastra Menoreh Jejak, Nyudi Dwijo menjelaskan bahwa pergelaran ini dirancang sebagai sebuah narasi utuh yang menggabungkan konsep artistik, kuratorial, dan pengalaman visual bagi khalayak.

“Acara ini merupakan gabungan antara fashion art instalation dan fashion show. Fashion art instalation menggambarkan proses perjalanan Phillip berkarya selama dua dekade,” ungkap Nyudi.

Pergelaran tunggal Philip Iswardono, “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” akan digelar pada tanggal 2 dan 3 Mei mendatang di Taman Budaya Yogyakarta. Acara ini menjadi perayaan dua dekade desainer kelahiran Sleman itu berkarya. Rencananya, sebanyak 74 karya yang menggunakan wastra Nusantara dari tujuh provinsi di Indonesia akan dipamerkan dalam pergelaran ini. (Scp/Ard)  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Semen Tonasa Raih Penghargaan pada HUT ke-66 Pangkep, Buktikan Kontribusi Nyata bagi Daerah
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Minyak Mentah Indonesia Tembus USD102,26 per Barel pada Maret 2026, Dipicu Eskalasi Geopolitik
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Isi WFH dengan Gowes Bareng SKPD, Wali Kota Datang Memantau Jumat Bersih
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Kembali ke Bangku SMA di Usia 23, Jalan Kedua Ferdi Mengejar Mimpi
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rebranding, Matahari Departement Store Ganti Nama, Jadi Apa?
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.