Kembali ke Bangku SMA di Usia 23, Jalan Kedua Ferdi Mengejar Mimpi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Achmad Ferdi kini sudah berumur 23 tahun. Namun, pembawaannya yang riang dan wajah yang bersih membuat laki-laki asli Probolinggo, Jawa Timur, itu tampak lebih muda dari usia sebenarnya.

Hal itu pula yang menyebabkannya sulit dibedakan dari siswa lain di Kelas X SMA dalam Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo.

Ferdi mengaku pernah menjadi siswa SMA, enam tahun silam. Namun kala itu jenjang pendidikan tersebut tidak dapat diselesaikannya lantaran sakit. Ia pun akhirnya memutuskan untuk putus sekolah setelah tidak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN).

"Saya sudah minta izin untuk ikut ujian susulan ujian kesetaraan, tapi tidak dibolehkan orang tua. Akhirnya saya memutuskan untuk putus sekolah," kata Ferdi kepada Katadata.co.id di Asrama SRT 7 Probolinggo, Kamis (16/4).

Lima tahun pun berlalu. Pada satu waktu, petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo mengunjungi rumah Ferdi. Petugas itu lanatas menawarkan Ferdi menjadi siswa SMA lagi dalam Program SRT 7 Probolinggo.

Ferdi pun mengamini tawaran tersebut dan masuk menjadi siswa Kelas X SMA SRT 7 Probolinggo. Salah satu alasannya mau mengikuti program itu adalah ijazah SMA yang kini menjadi syarat wajib dalam setiap lowongan pekerjaan.

Dalam catatan SRT 7 Probolinggo, Ferdi sempat mengalami depresi pada awal Tahun Ajaran 2025/2026. Sebab, seluruh teman sekolahnya terpaut usia yang cukup jauh dengannya, yaitu rata-rata lebih muda 6-7 tahun darinya.

Yang juga menjadi kendala bagi Ferdi pada masa-masa awal adalah tinggal di asrama. Berdasarkan pantauan Katadata, satu ruang asrama berukuran sekitar 32 meter persegi ditempati empat siswa.

Ruangan tersebut dilengkapi dengan area cuci pakaian, satu ruang tengah, dua kamar tidur, dan satu kamar mandi. "Waktu awal ada kendala sedikit perkara kamar mandi, karena pemakaiannya rebutan," katanya.

Namun Ferdi kini tampak ceria saat membicarakan kehidupannya di asrama dan pembelajaran saat ini. Ferdi baru saja selesai membuat es putar dalam mata pelajaran kokurikuler yang berlokasi dekat asrama.

Menurutnya, mata pelajaran yang paling menarik saat ini adalah Bahasa Indonesia karena paling mudah dimengerti. Setelah tamat sekolah nanti, Ferdi ingin mewujudkan cita-citanya menjadi mekanik kendaraan.

"Seru sepertinya menjadi mekanik, soalnya bisa bongkar sesuatu," ujarnya.

Kepala Sekolah SRT 7 Probolinggo Susilowati mengatakan, Ferdi merupakan salah satu siswa berkebutuhan khusus di sekolah itu. Secara terperinci, Ferdi memiliki disabilitas intelektual mengingat hasil tes IQ-nya memiliki skor di bawah 70.

Karena itu, Susilowati berencana mengarahkan pendidikan Ferdi ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Probolinggo saat naik ke kelas XI SMA. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu Ferdi untuk memenuhi cita-citanya menjadi mekanik kendaraan.

"Kami sudah menghubungi pihak BLK yang bekerja sama dengan kami. Kalau ada anak kami yang memiliki ketertarikan di bidang otomotif, kami akan titipkan pada semester 3 atau pada kelas XI SMA," katanya.

Selain bekerja sama dengan BLK, Susilowati juga bekerja sama dengan pihak lain untuk mencegah lulusan SRT 7 Probolinggo berkontribusi menambah pengangguran. Beberapa lembaga yang dimaksud adalah Komando Distrik Militer 0820 Probolinggo, Polisi Resor Kota Probolinggo, hingga lembaga pendidikan Bahasa Mandarin.

Seperti diketahui, Ferdi wajib mendapatkan perlakuan yang sama dalam proses belajar mengajar seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020. Kebijakan tersebut menetapkan sekolah wajib mengakomodasi peserta didik penyandang disabilitas intelektual mulai dari bentuk materi pembelajaran hingga bentuk lain yang menjamin layanan pendidikan.

Ferdi bukan satu-satunya siswa berkebutuhan khusus di SRT 7 Probolinggo. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Madihah mencatat, setidaknya ada dua hingga tiga anak lainnya yang memiliki kondisi serupa dengan pemuda itu.

Madihah mengatakan, SRT 7 Probolinggo menerima siswa yang tidak bisa baca-tulis dan tak mampu memahami instruksi guru pada pertama kali beroperasi pada Juli 2025. Namun pendampingan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Probolinggo telah berhasil membuat seluruh siswa berkebutuhan khusus memiliki kemampuan dasar tersebut.

"Mereka sudah mulai bisa menangkap perintah guru di kelas dan bisa berbaur dengan teman lainnya sekarang," kata Madihah.

Madihah mencatat salah satu perubahan signifikan yang dialami seluruh siswa SRT 7 Probolinggo adalah peningkatan kepercayaan diri. Hal tersebut tercermin dari perubahan cita-cita beberapa siswa saat pertama kali menjadi siswa dan saat ini.

Menurutnya, cita-cita yang dimiliki mayoritas siswa SRT 7 Probolinggo pada tahun lalu mencerminkan minimnya harapan terhadap masa depan. Sebab, salah satu siswa mengisi kolom cita-citanya hanya sebagai pramuniaga di minimarket.

"Kalau ditanya sekarang, cita-cita mereka sudah beda. Jadi, rasa percaya diri sudah muncul," katanya.

Damar Imoratul Az-Zahro adalah salah satu guru Ferdi di SRT 7 Probolinggo. Guru mata pelajaran Kimia itu menilai salah satu perbedaan antara SMA Negeri 4 Yogyakarta, tempatnya dulu mengajar, dan SRT 7 Probolinggo adalah kesenjangan literasi antara siswa inklusi dan siswa umum.

Karena itu, kata Damar, ada perbedaan tujuan kegiatan pembelajaran bagi siswa inklusi, yaknk cukup sampai pada mengetahui tujuan mata pelajaran. Namun Damar menilai siswa tersebut masih butuh mendapatkan pendampingan dari guru inklusi agar kegiatan pembelajaran lebih efektif.

"Kekurangan di SRT 7 Probolinggo adalah belum ada guru pendamping bagi siswa inklusi. Keberadaan guru pendamping akan memudahkan guru mata pelajaran di kelas," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helikopter PK-CFX hilang kontak di Sekadau Kalimantan Barat
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca 18-19 April 2026: Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat, Mana Saja?
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Asrama Polri Kebakaran, 20 Rumah Kena Terdampak
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Kedok Toko Kelontong di Jaksel Terbongkar, Polisi Sita 8.286 Butir Obat Keras yang Dijual Bebas ke Buruh Bangunan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kementan Dorong Investasi Susu di Jawa Tengah
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.