El Nino "Godzila" Ancam Ekonomi Jakarta, Pramono Waspada, Pakar Soroti Risiko Inflasi Pangan

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan potensi dampak fenomena El Nino terhadap perekonomian ibu kota.

Fenomena iklim tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan April hingga September 2026.

“Secara resmi BMKG sudah menyampaikan bahwa akan ada El Nino dimulai pertengahan April sampai dengan September. Artinya, ini cepat atau lambat pasti akan memengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Pramono saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Siapa Paling Rentan Saat El Nino “Godzila” Melanda Jakarta?

Menurut dia, kondisi El Nino dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari ketersediaan pangan hingga stabilitas harga di pasar.

Tekanan Global Perparah Dampak

Pramono menjelaskan, dampak El Nino tidak berdiri sendiri.

Fenomena ini datang bersamaan dengan tekanan global lainnya, seperti konflik geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan harga energi dunia.

Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar risiko terhadap stabilitas ekonomi Jakarta, terutama dalam menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.

Baca juga: Pramono Wanti-wanti El Nino “Godzila”, ISPA Jadi Ancaman Utama

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta diminta menyiapkan langkah antisipasi, khususnya dalam jangka pendek, guna meredam dampak yang mungkin terjadi.

“Sampai hari ini kita belum menemukan titik temu apa yang akan terjadi dan menyelesaikan hal ini karena bagaimanapun ini akan mempengaruhi harga BBM, supply chain, dan berbagai persoalan-persoalan yang ada,” katanya.

Pengamat: Risiko Inflasi Pangan Meningkat

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi Bhima Yudhistira menilai fenomena El Nino, terutama yang berpotensi menjadi super El Nino, harus ditanggapi secara serius.

“Fenomena super El Nino ini harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah daerah, khususnya di Jakarta, karena Jakarta 100 persen kebutuhan pangannya diperoleh dari daerah lainnya,” ujar Bhima saat dihubungi Kompas.com, Jumat (17/4/2026).

Ia mengingatkan, pengalaman El Nino pada 2023 memicu lonjakan inflasi, khususnya beras yang sempat naik hingga sekitar 20 persen pada Maret 2024, tertinggi sejak 2011.

Baca juga: El Nino Godzila Diprediksi April, Pramono Wanti-wanti Berdampak Ekonomi Jakarta

Menurut Bhima, dampak El Nino tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global.

Banyak negara produsen beras cenderung membatasi ekspor untuk menjaga pasokan dalam negeri, sehingga mempersempit ketersediaan di pasar internasional.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Yang harus diantisipasi itu adalah terganggunya pasokan pangan nasional, tapi juga banyak negara produsen beras itu melakukan pelarangan ekspor untuk menyelamatkan negara masing-masing dari adanya tekanan inflasi pangan,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR dan Pengamat Soroti Denda Rp755 Miliar KPPU ke 97 Pindar, Dinilai Picu Kontroversi dan Ancam Industri
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Hari Ini Kita Semua Kartini”, Mbak Wali Ajak Perempuan Kediri Berani Ambil Peran
• 23 jam lalurealita.co
thumb
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Influenser Buat Dashboard AI Anggaran Pemerintah, Ada yang Diberi Label Aneh
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Reuni Emosional Amiruddin Warnai Duel PSM vs Borneo FC
• 5 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.