Adu Argumen Calon Dekan, Papar Arah Masa Depan FISIP Unhas

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR Suasana Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Kamis (16/4/2026), menjadi arena pertarungan ide dalam kegiatan Dialog Publik & Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Dekan FISIP Unhas periode 2026–2030. Tiga kandidat tampil memaparkan arah kepemimpinan mereka, dengan sorotan utama tertuju pada petahana Prof. Dr. Phil Sukri, S.IP., M.Si., yang menghadapi dua penantang kuat yakni Prof. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si., dan Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si.

Sementara itu, satu kandidat lainnya, Prof. Dr. Hasniati, S.Sos., M.Si., sebelumnya telah menyatakan pengunduran diri. Meski namanya tetap tercatat secara administratif, dinamika kontestasi kini mengerucut pada tiga figur yang tampil di hadapan sivitas akademika.

Sebagai petahana, Prof. Phil Sukri menegaskan kesinambungan program sebagai fondasi utama kepemimpinannya. Ia menempatkan kebijakan fakultas dalam kerangka besar universitas dan arah nasional pendidikan tinggi. “Kebijakan yang akan dilakukan oleh fakultas tentu saja akan terkait dengan IKU perguruan tinggi yang ditetapkan oleh kementerian,” ujarnya.

Phil menekankan delapan misi strategis yang berfokus pada penguatan kurikulum berstandar internasional, peningkatan kerja sama institusional, serta penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Ia juga menyoroti capaian FISIP Unhas yang berhasil masuk peringkat dunia 300–400 sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Baginya, keberlanjutan dan sinergi menjadi kunci, dengan prinsip “bersama, bersatu, berjaya” sebagai nilai dasar kolektif.

Berbeda dengan pendekatan struktural petahana, Prof. Muhammad tampil dengan penekanan kuat pada dimensi nilai dan karakter. Ia mengusung visi FISIP Unhas 2030 sebagai fakultas yang “berkarakter, berdampak, mandiri, dan berorientasi SDGs.” Dalam paparannya, ia menempatkan integritas sebagai fondasi utama tata kelola.

“Integritas itu tidak dijual di toko-toko,” tegasnya, menekankan bahwa kualitas institusi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari etika dan kesadaran individu dalam menjalankan peran.

Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya meritokrasi dan menolak praktik-praktik berbasis kedekatan personal dalam sistem institusi. Gagasan ini menjadi kritik tersirat terhadap budaya organisasi yang dinilai masih perlu dibenahi. Dengan pendekatan ini, Prof. Muhammad mencoba menawarkan perubahan kultural yang lebih mendasar dalam tubuh fakultas.

Sementara itu, Prof. Tuti Bahfiarti membawa pendekatan teknokratis yang detail dan aplikatif, dengan fokus pada implementasi tridharma perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dalam mendorong daya saing global.

“Visi saya adalah berkarakter humanis, kolaboratif, digital adaptif, dan berdampak pada kompetitif nasional dan internasional,” jelasnya.

Tuti juga menyoroti berbagai persoalan praktis di tingkat fakultas, mulai dari keterbatasan ruang kelas hingga kebutuhan fasilitas bagi mahasiswa disabilitas. Ia menawarkan solusi konkret seperti pengembangan smart class, pendampingan riset melalui coaching clinic, hingga transparansi anggaran di tingkat program studi. Pengalamannya sebagai peneliti menjadi basis dalam merancang strategi peningkatan publikasi dan peringkat global.

Dari pemaparan ketiga kandidat, terlihat perbedaan pendekatan yang cukup kontras. Petahana mengusung kesinambungan dan penguatan sistem yang telah berjalan, sementara dua penantang menghadirkan alternatif. Satu dengan pendekatan nilai dan reformasi budaya, dan lainnya dengan strategi teknis dan inovasi implementatif.

Adam Akhinal Rozaq
(Mahasiswa Magang Fajar, Ilmu Komunikasi FISIP Unhas)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berlin Soroti Tarif Selat Hormuz, Sebut Ganggu Perdagangan Global
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Hery Susanto Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi, Pimpinan Ombudsman RI Minta Maaf
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Helikopter Airbus H130 PK-CFX Jatuh di Sekadau, Tim SAR Lakukan Evakuasi
• 10 jam laludetik.com
thumb
Reaksi Dedi Mulyadi usai Bayar Pajak STNK Tanpa KTP, hingga Warga Jawa Barat Bisa Punya Rumah Layak dan Bagus
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
SEVP Agrinas Perkuat Sinergi BUMN dan Petani Sawit di Kampar 
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.