Houston: Harga minyak anjlok tajam pada perdagangan awal Asia di Jumat setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang memicu harapan lebih besar untuk perdamaian di Timur Tengah.
Harga minyak mentah juga menuju penurunan tajam untuk minggu kedua di tengah meningkatnya harapan akan lebih banyak pembicaraan perdamaian AS-Iran, terutama setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kesepakatan gencatan senjata yang langgeng sudah dekat.
Mengutip Investing.com, Jumat, 17 April 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk masa mendatang, turun 1,4 persen menjadi USD89,88 per barel. Harga tersebut juga turun lebih dari tiga persen sepanjang minggu ini.
Baca juga: Harga Minyak Sedikit Turun, Negosiasi AS-Iran Jadi Fokus Israel-Lebanon sepakat gencatan senjata
Pada Kamis, Trump mengatakan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon telah disepakati setelah para pejabat dari kedua negara bertemu di Washington. Trump juga mengatakan dia akan mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk melakukan pembicaraan di Gedung Putih.
Kesepakatan gencatan senjata, yang tampaknya bertahan hingga dini hari Jumat, memicu spekulasi akan de-eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah. Dimasukkannya Lebanon dalam gencatan senjata merupakan tuntutan utama dari Iran.
"Saya harap Hizbullah bertindak dengan baik dan sopan selama periode penting ini," kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, merujuk pada kelompok paramiliter Lebanon yang sedang berkonflik dengan Israel.
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Harga minyak tertekan perdamaian AS-Iran
Sebelumnya, Trump telah menyampaikan nada optimistis tentang Iran, mengklaim Teheran telah setuju untuk menyerahkan cadangan uraniumnya. Namun, hal ini terjadi ketika blokade angkatan laut AS terhadap negara tersebut masih berlaku sepenuhnya, sementara militer AS juga mengancam akan melakukan tindakan lebih lanjut terhadap Teheran.
Meskipun demikian, gencatan senjata antara kedua negara tampaknya tetap berlaku, tanpa laporan serangan baru selama hampir seminggu. Gencatan senjata berakhir pada 21 April, dan Trump mengisyaratkan ia mungkin akan memperpanjang perjanjian tersebut.
Harga minyak tertekan oleh meningkatnya spekulasi AS dan Iran akan bertemu untuk melakukan pembicaraan damai lebih lanjut sebelum gencatan senjata berakhir. Selain itu, perkiraan melemahnya permintaan minyak global dari kelompok industri OPEC dan IEA juga turut membebani harga.




