Pantau - Kebiasaan bernapas melalui mulut saat tidur atau berolahraga dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesehatan karena udara masuk tanpa melalui proses penyaringan dan pengaturan di hidung.
Dampak pada Sistem PernapasanHidung berfungsi sebagai filter alami yang menghangatkan, melembapkan, serta menyaring udara dari debu dan mikroba sebelum masuk ke paru-paru.
Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital Dr. Samhita Ullod menjelaskan bahwa fungsi tersebut tidak berjalan ketika seseorang bernapas melalui mulut.
"Ini terkait dengan tidur yang terfragmentasi dan jika terus berlanjut dapat memperburuk kondisi apnea tidur," kata Dr. Ullod.
Ia mengungkapkan udara yang masuk tanpa penyaringan menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih sehingga dapat memicu iritasi saluran pernapasan serta membebani kerja paru-paru.
Gejala dan Risiko Jangka PanjangTanda awal kebiasaan ini antara lain bibir kering saat bangun tidur dan sering terbangun karena haus di malam hari.
Dr. Ullod mengatakan bahwa bernapas melalui mulut dapat menurunkan efisiensi pertukaran oksigen sehingga tubuh menjadi lebih cepat lelah dan sulit berkonsentrasi.
Pada anak-anak, kebiasaan ini juga berisiko memengaruhi struktur rahang dan gigi serta meningkatkan potensi infeksi tenggorokan dan masalah gusi.
Ia menambahkan bahwa kebiasaan tersebut dapat diatasi dengan menjaga kebersihan hidung, melakukan latihan pernapasan, serta tetap aktif secara fisik untuk meningkatkan fungsi paru-paru.




