Bappenas tekankan perencanaan sistematis untuk hadapi dinamika global

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menurut dia, kondisi global saat ini menunjukkan tensi perdagangan yang meningkat, kompetisi antarnegara semakin tajam, bahkan cenderung menuju konflik. Dalam dinamika ini, teknologi kecerdasan seperti kecerdasan artifisial menjadi alat penentu persaingan antar negara.

“Di tengah dunia yang saat ini berubah begitu cepat, kita masih diberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, duduk bersama, dan memikirkan arah ke depan. Dalam ketidakpastian seperti sekarang ini, forum seperti Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) menjadi semakin penting, karena rantai pasok global yang dulu kita anggap stabil, hari ini menjadi rapuh,” katanya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Jawa Barat.

Selain tantangan global, Wamen PPN juga menyoroti tantangan domestik, termasuk produktivitas yang perlu ditingkatkan, struktur ekonomi yang perlu diperkuat, serta adopsi teknologi yang belum merata.

“Dalam situasi seperti ini, kita tidak punya ruang untuk berjalan biasa-biasa saja. Kita membutuhkan lompatan. Namun, lompatan hanya bisa terjadi jika kita memiliki arah yang jelas dan langkah yang selaras,” kata Febrian.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan tumbuh pada kisaran 6,3 ke 7,5 persen, sebagai bagian dari langkah menuju target 8 persen. Jawa Barat dinilai berperan strategis sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dengan kontribusi ekonomi yang signifikan terhadap nasional.

Wakil Kepala Bappenas menegaskan urgensi kesiapan dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, yang membedakan bukan siapa yang paling besar, tetapi siapa yang paling siap. Kesiapan itu lahir dari perencanaan yang kuat, data yang terpercaya, dan kerja sama yang solid,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan RUU HAM, Pembela HAM Tak Bisa Dipidana Selama Bertindak Damai
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerak Cepat! Polda Riau Bentuk Kampung Anti-Narkoba usai Kericuhan di Panipahan Rohil
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Sungai Jakarta Penuh Ikan Sapu-sapu, Dibiarkan Berbahaya, Dimakan Juga Bahaya
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mahasiswa Sunda di Jakarta: Adaptasi dan Culture Shock di Lingkungan Baru
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
I.League Respons Kabar Tunggakan Gaji hingga Krisis Fasilitas PSBS Biak, Segera Bertemu Bos Tim
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.