Gerak Cepat! Polda Riau Bentuk Kampung Anti-Narkoba usai Kericuhan di Panipahan Rohil

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Gerak Cepat! Polda Riau Bentuk Kampung Anti-Narkoba usai Kericuhan di Panipahan RohilNasional | inews | Jum'at, 17 April 2026 - 15:25

ROKAN HILIR, iNews.id - Polda Riau mengambil langkah strategis dengan membentuk Kampung Tangguh Anti Narkoba di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Program ini muncul usai aksi warga berujung kericuhan dan pembakaran rumah diduga menjadi markas bandar narkoba.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba. Dia menilai penanganan tidak cukup hanya dengan penindakan hukum.

"Peristiwa di Panipahan beberapa waktu lalu harus kita maknai sebagai wake-up call bagi kita semua. Ini bukan hanya tugas Polri, tetapi juga BNN, Bea Cukai, TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Kita tidak boleh hanya fokus pada penindakan, tetapi juga harus mendorong perubahan sosial," kata Irjen Herry, Kamis (16/4/2026).

Selain membentuk Kampung Tangguh Anti Narkoba, Polda Riau juga mengukuhkan 23 Duta Anti-Narkoba. Mereka terdiri atas lima duta nasional dan 18 duta lokal yang diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat.

Baca Juga:Jakarta Panas Ekstrem, Pramono Sebut Hujan Diprediksi Turun Saat Lebaran

“Saya percaya kepada 23 duta yang hari ini dikukuhkan. Jadilah agen perubahan, suarakan bahaya narkoba, dan bangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kapolda juga menyoroti kondisi sosial di Panipahan yang dinilai cukup memprihatinkan. Banyak keluarga terdampak langsung oleh penyalahgunaan narkoba, termasuk para istri nelayan yang mengeluhkan suami mereka terjerat kasus narkotika.

"Saya berterima kasih kepada ibu-ibu di Panipahan yang berani bersuara. Ini menunjukkan ada persoalan sosial yang harus kita jawab bersama. Jangan sampai generasi kita rusak karena narkoba," katanya.

Irjen Herry mengungkapkan, sepanjang 2025 hingga April 2026, Polda Riau telah menangani ribuan kasus narkoba. Total ada 3.287 kasus dengan 4.719 tersangka yang berhasil diungkap.

"Dari pengungkapan tersebut, kita berhasil menyelamatkan kurang lebih 5,3 juta jiwa. Namun kita harus jujur, Indonesia saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar. Karena itu, penguatan di level masyarakat menjadi kunci," ucapnya.

Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Manado dan Sekitarnya Hari Ini 17 Maret 2026, Lengkap Doa Berbuka

Pascakericuhan, Polda Riau juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh di Polsek Panipahan. Kapolsek dan Kanit Reskrim setempat bahkan dicopot dari jabatannya.

“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Langkah pembentukan Kampung Tangguh Anti Narkoba ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan peredaran narkotika sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong Ekoturisme, Menko AHY Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Tangerang
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebiasaan Bernapas Lewat Mulut Picu Gangguan Pernapasan hingga Masalah Tidur
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Ada Selis Sedang Isi Daya Saat Kebakaran Tewaskan Sekeluarga di Jakbar
• 2 jam laludetik.com
thumb
Peringati Hari Hemofilia Sedunia, HMHI Serukan Pentingnya Diagnosis, First Step To Care 
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Tewas di Korsel Transparan
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.