Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melantik Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda sebagai bagian dari upaya strategis memperluas akses pendidikan berkualitas dan menyiapkan talenta unggul di berbagai daerah Indonesia, Kamis (16/4).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat menekankan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah konkret untuk memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan akses pendidikan unggul secara lebih merata, sekaligus menjadi bagian dari strategi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
"SMA Unggul Garuda lahir dari kebutuhan untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan terbaik tidak hanya hadir di tempat tertentu. Kita harus memastikan bahwa putra-putri terbaik bangsa, di mana pun mereka dilahirkan, mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan," katanya.
Baca juga: Pemerintah buka kesempatan 30 SMA untuk bergabung ke SMA Unggul Garuda
Menteri Brian menekankan peran kepala sekolah merupakan sebagai perintis yang membentuk identitas, budaya, dan arah pengembangan sekolah sejak awal berdiri. Fasilitas yang dibangun harus diiringi jiwa sekolah yang hidup, untuk membentuk budaya yang unggul hingga menanamkan karakter baik.
Ia juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasional sekolah dengan standar tinggi serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
"Bangun budaya disiplin, integritas, dan rasa ingin tahu sejak hari pertama. Lakukan percepatan dengan tetap menjaga kualitas, dan jadilah sumber inspirasi bagi para siswa yang akan belajar di SMA Unggul Garuda," ujar Mendiktisaintek.
Diketahui, kepala sekolah yang dilantik antara lain:
1. Adhi Sulandani Pangreksa sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan
2. Marta Mila Sugesti sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan
3. Winda Ari Anggraini sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Belitung Timur
4. Dian Anggraini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan
Pelantikan ini menandai dimulainya fase penting dalam pembangunan ekosistem sekolah unggulan berbasis sains, teknologi, dan kepemimpinan. Melalui SMA Unggul Garuda, diharapkan lahir generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia yang mampu berkontribusi sebagai pemimpin masa depan.
SMA Unggul Garuda diharapkan menjadi ruang pembinaan talenta yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat, memiliki kepekaan lokal, dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.
Baca juga: Mendiktisaintek: SMA Unggul Garuda tak ciptakan pendidikan eksklusif
Baca juga: Kemdiktisaintek ubah 30 sekolah menjadi SMA Unggul Garuda pada 2026
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat menekankan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah konkret untuk memastikan talenta terbaik bangsa mendapatkan akses pendidikan unggul secara lebih merata, sekaligus menjadi bagian dari strategi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
"SMA Unggul Garuda lahir dari kebutuhan untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan terbaik tidak hanya hadir di tempat tertentu. Kita harus memastikan bahwa putra-putri terbaik bangsa, di mana pun mereka dilahirkan, mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan," katanya.
Baca juga: Pemerintah buka kesempatan 30 SMA untuk bergabung ke SMA Unggul Garuda
Menteri Brian menekankan peran kepala sekolah merupakan sebagai perintis yang membentuk identitas, budaya, dan arah pengembangan sekolah sejak awal berdiri. Fasilitas yang dibangun harus diiringi jiwa sekolah yang hidup, untuk membentuk budaya yang unggul hingga menanamkan karakter baik.
Ia juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasional sekolah dengan standar tinggi serta menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
"Bangun budaya disiplin, integritas, dan rasa ingin tahu sejak hari pertama. Lakukan percepatan dengan tetap menjaga kualitas, dan jadilah sumber inspirasi bagi para siswa yang akan belajar di SMA Unggul Garuda," ujar Mendiktisaintek.
Diketahui, kepala sekolah yang dilantik antara lain:
1. Adhi Sulandani Pangreksa sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan
2. Marta Mila Sugesti sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Timor Tengah Selatan
3. Winda Ari Anggraini sebagai Kepala SMA Unggul Garuda Belitung Timur
4. Dian Anggraini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan
Pelantikan ini menandai dimulainya fase penting dalam pembangunan ekosistem sekolah unggulan berbasis sains, teknologi, dan kepemimpinan. Melalui SMA Unggul Garuda, diharapkan lahir generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia yang mampu berkontribusi sebagai pemimpin masa depan.
SMA Unggul Garuda diharapkan menjadi ruang pembinaan talenta yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat, memiliki kepekaan lokal, dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.
Baca juga: Mendiktisaintek: SMA Unggul Garuda tak ciptakan pendidikan eksklusif
Baca juga: Kemdiktisaintek ubah 30 sekolah menjadi SMA Unggul Garuda pada 2026





