Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah "sangat dekat" dengan kesepakatan perdamaian. Trump pun mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan guna menandatangani kesepakatan tersebut.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menambahkan bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, sementara kedua negara mempertimbangkan pembicaraan lebih lanjut di Islamabad, Pakistan.
"Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump, dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (17/4/2026).
"Kita harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir... Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan," imbuhnya.
Ketika ditanya apakah ia mungkin akan pergi ke Pakistan untuk menandatangani kesepakatan, Trump menambahkan: "Saya mungkin akan pergi, ya." Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi," tuturnya.
Pemimpin AS itu memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang "benar-benar hebat" dan panglima militer Pakistan Asim Munir atas peran mereka dalam menengahi pembicaraan dengan Iran.
Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS ke Islamabad akhir pekan lalu untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran, tetapi pulang dengan tangan kosong. Gedung Putih mengatakan bahwa saat ini sedang dalam diskusi tentang putaran kedua pembicaraan, yang kemungkinan akan diadakan di Pakistan lagi.
(ita/ita)





